MUMBAI: Air India milik grup Tata telah mengeluarkan pedoman perawatan baru untuk awak kabin pria dan wanita, termasuk melarang mereka mengenakan benang hitam dan keagamaan di pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki.
Maskapai tersebut antara lain memberi tahu krunya bahwa mereka tidak boleh memiliki rambut beruban dan harus diwarnai secara teratur dengan warna alami.
“Cincin keagamaan dengan batu dan mutiara berwarna, peniti hidung dan perhiasan leher” serta cincin ibu jari tidak diperbolehkan. Benang hitam dan benang keagamaan di pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki tidak diperbolehkan,” menurut pedoman tersebut.
Menurut pihak maskapai, penampilan telanjang diperbolehkan bagi awak pesawat.
“Kru dengan garis rambut yang sangat dalam dan bintik-bintik botak pada pria harus menjaga kepala yang dicukur bersih/penampilan botak. Kepala harus dicukur setiap hari. Pemotongan kru tidak diperbolehkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak maskapai mengatakan bahwa uban tidak diperbolehkan dan harus diwarnai dengan warna alami secara rutin.
“Warna busana dan henna tidak diperbolehkan”.
Pertanyaan yang dikirim ke Air India untuk meminta komentar mengenai pedoman baru ini masih belum terjawab.
Segera setelah mengambil alih Air India pada bulan Januari tahun ini, grup Tata menyarankan awak kabinnya untuk mengenakan perhiasan minimal untuk menghindari penundaan penerbangan.
“Awak kabin harus mematuhi peraturan seragam dengan penekanan pada penggunaan perhiasan minimum untuk menghindari penundaan di bea cukai dan pemeriksaan keamanan.
“Awak kabin tidak boleh mengunjungi toko bebas bea dan langsung menuju gerbang keberangkatan segera setelah menyelesaikan pemeriksaan imigrasi dan keamanan,” kata Air India dalam surat edarannya pada awal Februari.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
MUMBAI: Air India milik grup Tata telah mengeluarkan pedoman perawatan baru untuk awak kabin pria dan wanita, termasuk melarang mereka mengenakan benang hitam dan keagamaan di pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki. Maskapai tersebut antara lain memberi tahu krunya bahwa mereka tidak boleh memiliki rambut beruban dan harus diwarnai secara teratur dengan warna alami. “Cincin keagamaan dengan batu dan mutiara berwarna, peniti hidung dan perhiasan leher” serta cincin ibu jari tidak diperbolehkan. Benang berwarna hitam dan religius di pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki sama sekali tidak diperbolehkan,” sesuai dengan pedoman.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ) Menurut pihak maskapai, penampilan botak diperbolehkan bagi awak pesawat. “Awak pesawat dengan garis rambut yang sangat dalam dan pola kebotakan laki-laki harus mempertahankan penampilan kepala yang dicukur bersih/botak. Kepala harus dicukur setiap hari. Potongan rambut cepak tidak diperbolehkan,” tambahnya. Lebih lanjut, pihak maskapai mengatakan bahwa uban tidak diperbolehkan dan harus diwarnai dengan warna alami secara teratur. “Warna fesyen dan henna tidak diperbolehkan”. Permintaan ke Air India dikirim untuk meminta komentar. mengenai pedoman baru ini masih belum terjawab. Tak lama setelah mengambil alih Air India pada bulan Januari tahun ini, Tata Group menyarankan awak kabinnya untuk mengenakan perhiasan minimal untuk menghindari penundaan penerbangan. masuk untuk menghindari penundaan di bea cukai dan pemeriksaan keamanan. “Awak kabin tidak boleh mengunjungi toko bebas bea dan langsung menuju gerbang keberangkatan segera setelah menyelesaikan pemeriksaan imigrasi dan keamanan,” kata Air India dalam surat edarannya pada awal Februari. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp