RANCHI: Tidak ada satu pun kematian terkait COVID-19 yang terjadi selama 24 jam terakhir di Jharkhand yang mayoritas penduduknya merupakan suku asli, yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sementara kasus baru telah turun menjadi 90, menurut buletin departemen kesehatan pada hari Selasa.
Tidak ada kasus baru COVID-19 di tujuh dari 24 distrik – Deoghar, Dumka, Jamtara, Khunti, Koderma, Pakur dan Ramgarh.
Negara bagian ini kini memiliki 1.005 kasus aktif COVID-19 sementara jumlah kematian tetap di angka 5.111.
90 kasus baru COVID-19 menambah jumlah kasus menjadi 3.45.430, kata buletin itu.
Distrik Singhbhum Timur melaporkan 19 kasus, diikuti 10 kasus dari Gumla dan 9 kasus dari Bokaro.
Namun, angka kematian di negara bagian tersebut tetap sebesar 1,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,30 persen.
Tingkat kesembuhan pasien virus corona di negara bagian tersebut meningkat menjadi 98,22 persen, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 96,80 persen.
Setidaknya 115 pasien lagi telah pulih dari penyakit ini dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah total pemulihan menjadi 3.39.314, kata buletin itu.
Sebanyak 98.80.072 sampel telah diuji COVID-19 di Jharkhand, termasuk 56.088 sampel sejak Senin, tambahnya.
LIHAT JUGA:
Dalam upaya memerangi gelombang kedua COVID-19, pemerintah telah memperpanjang lockdown seperti pembatasan di negara bagian tersebut hingga 1 Juli.
Beberapa pembatasan lain, termasuk karantina wajib selama tujuh hari bagi orang-orang yang mengunjungi negara bagian tersebut, juga diberlakukan.
Negara juga telah menangguhkan pengoperasian layanan bus dalam dan antar kota dan membatasi jumlah maksimal peserta acara pernikahan menjadi 11 orang.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
RANCHI: Tidak ada satu pun kematian terkait COVID-19 yang terjadi selama 24 jam terakhir di Jharkhand yang mayoritas penduduknya merupakan suku asli, yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sementara kasus baru telah turun menjadi 90, menurut buletin departemen kesehatan pada hari Selasa. Tidak ada kasus baru COVID-19 yang dilaporkan dari tujuh dari 24 distrik – Deoghar, Dumka, Jamtara, Khunti, Koderma, Pakur dan Ramgarh – selama 24 jam terakhir. Negara bagian ini kini memiliki 1.005 kasus aktif COVID-19 sementara jumlah kematian tetap di 5.111.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ) ; 90 kasus baru COVID-19 menambah jumlah kasus menjadi 3.45.430, kata buletin itu. Distrik Singhbhum Timur melaporkan 19 kasus, diikuti 10 kasus dari Gumla dan 9 kasus dari Bokaro. Namun, angka kematian di negara bagian tersebut tetap sebesar 1,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,30 persen. Tingkat kesembuhan pasien virus corona di negara bagian tersebut meningkat menjadi 98,22 persen, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 96,80 persen. Setidaknya 115 pasien lagi telah pulih dari penyakit ini dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah total pemulihan menjadi 3.39.314, kata buletin itu. Sebanyak 98.80.072 sampel telah diuji COVID-19 di Jharkhand, termasuk 56.088 sampel sejak Senin, tambahnya. LIHAT JUGA: Dalam upaya memerangi gelombang kedua COVID-19, pemerintah telah memperpanjang lockdown seperti pembatasan di negara bagian tersebut hingga 1 Juli. Beberapa pembatasan lain, termasuk karantina wajib selama tujuh hari bagi orang-orang yang mengunjungi negara bagian tersebut, juga diberlakukan. Negara juga telah menangguhkan pengoperasian layanan bus dalam dan antar kota dan membatasi jumlah maksimal peserta acara pernikahan menjadi 11 orang. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp