SRINAGAR: Seorang teroris Lashkar-e-Taiba terbunuh pada hari Rabu ketika pasukan keamanan menggagalkan upaya infiltrasi di sepanjang Garis Kontrol di distrik Kupwara di Jammu dan Kashmir, kata juru bicara pertahanan.
Operasi tersebut diluncurkan di sektor Tangdhar pada malam Selasa dan Rabu.
Teroris yang terbunuh telah diidentifikasi sebagai Mohammed Shakur (32) dari Syedpura di Kashmir (PoK) yang diduduki Pakistan, katanya.
Operasi gabungan tersebut diluncurkan berdasarkan informasi spesifik yang diterima dari polisi tentang penyusupan sekelompok teroris Lashkar-e-Taiba (LeT) melalui pos depan Sudpura di kawasan Karnah, distrik Kupwara.
Masukan tersebut dikuatkan oleh badan intelijen lainnya, kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Pasukan yang waspada di jaringan anti-infiltrasi mencegat dua teroris yang mencoba menyusup ke sisinya sendiri (India) di area depan dekat Garis Kontrol (LoC). Sekitar pukul 01:45 tanggal 26 Oktober (20)22, penyusupan Ada menembaki teroris sehingga salah satu teroris tereliminasi. Namun memanfaatkan kegelapan, teroris lainnya berhasil kabur ke pihak PoJK,” imbuhnya.
Dalam penggeledahan yang dilakukan di lokasi tersebut pagi ini, satu senapan seri AK, dua pistol dan sejumlah besar amunisi serta perlengkapan perang ditemukan, kata pernyataan itu.
Tindakan tepat waktu dan koordinasi yang erat antara Angkatan Darat India, Polisi Jammu dan Kashmir serta badan intelijen lainnya berhasil menggagalkan upaya infiltrasi dan kemungkinan ancaman terhadap perdamaian internal, kata juru bicara tersebut.
“Keterlibatan yang berkelanjutan di sepanjang Garis Kontrol adalah pengingat yang aneh atas upaya Pakistan untuk menanamkan terorisme di Kashmir dan mengganggu perdamaian dan keharmonisan sambil mengedepankan pemahaman gencatan senjata,” katanya.
“Pemuda di PoK digunakan sebagai umpan meriam oleh kebijakan negara Pakistan selama tiga dekade terakhir dengan tujuan yang sia-sia yaitu terus-menerus mengganggu kemajuan menuju perdamaian kolektif,” katanya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
SRINAGAR: Seorang teroris Lashkar-e-Taiba terbunuh pada hari Rabu ketika pasukan keamanan menggagalkan upaya infiltrasi di sepanjang Garis Kontrol di distrik Kupwara di Jammu dan Kashmir, kata juru bicara pertahanan. Operasi tersebut diluncurkan di sektor Tangdhar pada malam Selasa dan Rabu.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Teroris yang terbunuh telah diidentifikasi sebagai Mohammed Shakur (32) dari Syedpura di Kashmir (PoK) yang diduduki Pakistan, katanya. Operasi gabungan tersebut diluncurkan berdasarkan informasi spesifik yang diterima dari polisi tentang penyusupan sekelompok teroris Lashkar-e-Taiba (LeT) melalui pos depan Sudpura di kawasan Karnah, distrik Kupwara. Masukan tersebut dikuatkan oleh badan intelijen lainnya, kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan. “Pasukan yang waspada di jaringan anti-infiltrasi mencegat dua teroris yang mencoba menyusup ke sisinya sendiri (India) di area depan dekat Garis Kontrol (LoC). Sekitar pukul 01:45 tanggal 26 Oktober (20)22, penyusupan Ada menembaki teroris, sehingga salah satu teroris tereliminasi. Namun memanfaatkan kegelapan, teroris lainnya berhasil melarikan diri ke sisi PoJK,” imbuhnya. Dalam operasi pencarian di lokasi tadi pagi diluncurkan, satu unit senapan seri AK, dua pistol dan sejumlah besar amunisi serta perlengkapan perang ditemukan, kata pernyataan itu.Tindakan yang tepat waktu dan koordinasi yang erat antara Angkatan Darat India, Polisi Jammu dan Kashmir serta badan-badan intelijen lainnya telah menggagalkan upaya infiltrasi dan kemungkinan ancaman untuk perdamaian di dalam negeri, kata juru bicara itu. “Berlanjutnya keterlibatan di sepanjang Garis Kontrol merupakan pengingat yang aneh akan upaya Pakistan untuk menanamkan terorisme di Kashmir dan perdamaian serta mengganggu keharmonisan sambil mengedepankan kesepahaman gencatan senjata,” katanya. “Pemuda di PoK digunakan sebagai umpan meriam oleh kebijakan negara Pakistan selama tiga dekade terakhir dengan tujuan yang sia-sia yaitu terus-menerus mengganggu kemajuan menuju perdamaian kolektif,” katanya. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp