Oleh PTI

BAREILLY (ATAS): Prajurit Sonu Singh, yang kehilangan salah satu kakinya setelah diduga terlempar dari kereta yang bergerak oleh TTE, meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Dia berusia 31 tahun, kata seorang pejabat Polisi Kereta Api Negara (GRP) pada hari Kamis.

Sonu Singh, seorang penduduk Ballia di Uttar Pradesh, meninggal pada Rabu malam setelah itu tuduhan tambahan atas pembunuhan dibuat terhadap Traveler Ticket Examiner (TTE) Supan Bore, katanya.

Jenazah tentara tersebut diserahkan kepada keluarganya setelah postmortem pada hari Kamis, kata Inspektur, GRP Bareilly, Ajit Pratap Singh.

Kasus terhadap Bore didaftarkan berdasarkan pengaduan subedar Harendra Kumar Singh.

Sonu Singh diduga didorong dari Dibrugarh-New Delhi Rajdhani Express di peron nomor 2 stasiun kereta Bareilly Junction pada 17 November.

Kebosanan terus menghilang.

Menurut pengaduan Subedar Harendra Singh, Sonu Singh ditempatkan di batalion Rajput di Jaipur.

Dia sedang dalam perjalanan ke Delhi dan turun dari kereta di stasiun Bareilly sekitar jam 9.15 pagi untuk mengambil botol air.

Begitu kereta mulai bergerak lima menit kemudian, dia mencoba naik ke gerbong tersebut.

Namun, Bore diduga mendorongnya keluar sehingga dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh di bawah kereta.

Salah satu kakinya putus dan yang lainnya remuk parah, kata Subedar Singh dalam pengaduannya.

Dokter melakukan tiga operasi terhadap Sonu Singh di rumah sakit militer, namun pada hari Senin kakinya yang rusak parah juga harus diamputasi.

Selama kejadian tersebut, dia tidak sadarkan diri dan meninggal pada Rabu malam, kata Inspektur Ajit Pratap Singh.

Empat tim dikerahkan untuk menangkap Bore, katanya, seraya menambahkan pernyataan Sonu Singh tidak dapat direkam karena dia masih tidak sadarkan diri setelah kejadian tersebut.

Pejabat Kereta Api sebelumnya mengatakan Bore membuat Sonu Singh marah setelah terjadi pertengkaran di antara mereka karena tiket.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

uni togel