GUWAHATI: Seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh di Assam terluka parah setelah dia melompat dari gedung dua lantai untuk menghindari penyiksaan saat terjadi kerusuhan.
Korban, Anand Sharma, kini dirawat di ICU rumah sakit swasta di Dibrugarh dan dinyatakan kritis.
Mahasiswa perdagangan pasca sarjana semester pertama disiksa secara fisik dan mental oleh beberapa mahasiswa senior dan mantan ketua serikat mahasiswa di asrama universitas.
Otoritas universitas mengajukan FIR ke polisi dengan menyebutkan empat mahasiswa – Dibyajyoti Gogoi, Subhrajit Baruah, Niranjan Thakur, Kalyan Dutta – dan mantan ketua serikat mahasiswa pascasarjana Rahul Chetry. Polisi menangkap tiga orang di antaranya.
“Dari informasi yang diterima sipir asrama, kami mengetahui bahwa dia (Anand Sharma) diserang secara mental dan fisik mulai pukul 16.30 tanggal 26.11.2022 hingga pagi hari tanggal 27.11.2022,” bunyi FIR.
Lebih lanjut, dikatakan para penyerang mengancam akan membunuh korban.
“Sebagaimana diinformasikan Anand Sharma, sekitar pukul 10.30 WIB. pada tanggal 27.11.2022, dengan dalih hendak ke kamar mandi, melompat dari lantai 2 gedung asrama untuk menyelamatkan diri dari penyiksaan mental dan fisik yang ekstrim serta mengalami luka berat,” lanjut FIR.
Otoritas universitas untuk sementara menangguhkan empat mahasiswa yang disebutkan dalam FIR dan memutuskan untuk tidak mengizinkan Chetry mengakses gedung universitas tanpa izin sebelumnya. Delapan belas siswa lainnya diusir dari asrama.
Ibu Anand, Sarita Sharma, juga mengajukan FIR ke polisi, menuduh bahwa para siswa yang terlibat dalam pemerkosaan menyiksanya dan mencoba membunuhnya. Dia berdalih bahwa dia telah menjadi sasaran pemerkosaan selama empat bulan terakhir.
“Sebelumnya, kami mengajukan pengaduan kepada otoritas universitas, namun tidak ada tindakan yang diambil terhadap pelakunya. Kalau ada tindakan, anak saya tidak akan masuk ICU,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menarik perhatian Ketua Menteri Himanta Biswa Sarma. “Diketahui bahwa seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh terluka dalam kasus dugaan perburuan liar. Dimonitor secara cermat dan tindak lanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten. Upaya penangkapan terdakwa, korban diberikan perawatan medis. Himbauan kepada pelajar, katakan TIDAK pada Ragging,” cuitnya.
Tercatat, seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh terluka dalam kasus dugaan pemerkosaan. Dimonitor secara cermat dan tindak lanjutnya dikoordinasikan dengan admin distrik. Upaya penangkapan terdakwa, korban diberikan perawatan medis.
Mendesak siswa, katakan TIDAK pada Ragging.— Himanta Biswa Sarma (@himantabiswa) 27 November 2022
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
GUWAHATI: Seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh di Assam terluka parah setelah dia melompat dari gedung dua lantai untuk menghindari penyiksaan saat terjadi kerusuhan. Korban, Anand Sharma, kini dirawat di ICU rumah sakit swasta di Dibrugarh dan dinyatakan kritis. Mahasiswa perdagangan pasca sarjana semester pertama disiksa secara fisik dan mental oleh beberapa mahasiswa senior dan mantan ketua serikat mahasiswa di asrama universitas. googletag.cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Otoritas universitas mengajukan FIR ke polisi dengan menyebutkan empat mahasiswa – Dibyajyoti Gogoi, Subhrajit Baruah, Niranjan Thakur, Kalyan Dutta – dan mantan ketua serikat mahasiswa pascasarjana Rahul Chetry. Polisi menangkap tiga orang di antaranya. “Dari informasi yang diterima sipir asrama, kami mengetahui bahwa dia (Anand Sharma) diserang secara mental dan fisik mulai pukul 16.30 tanggal 26.11.2022 hingga pagi hari tanggal 27.11.2022,” bunyi FIR. Lebih lanjut, dikatakan para penyerang mengancam akan membunuh korban. “Sebagaimana diinformasikan Anand Sharma, sekitar pukul 10.30 WIB. pada tanggal 27.11.2022, dengan dalih hendak ke kamar mandi, melompat dari lantai 2 gedung asrama untuk menyelamatkan diri dari penyiksaan mental dan fisik yang ekstrim serta mengalami luka berat,” lanjut FIR. Otoritas universitas untuk sementara menangguhkan empat mahasiswa yang disebutkan dalam FIR dan memutuskan untuk tidak mengizinkan Chetry mengakses gedung universitas tanpa izin sebelumnya. Delapan belas siswa lainnya diusir dari asrama. Ibu Anand, Sarita Sharma, juga mengajukan FIR ke polisi, menuduh bahwa para siswa yang terlibat dalam pemerkosaan menyiksanya dan mencoba membunuhnya. Dia mengklaim bahwa dia telah terkena asap selama empat bulan terakhir. “Sebelumnya, kami mengajukan pengaduan kepada otoritas universitas, namun tidak ada tindakan yang diambil terhadap pelakunya. Kalau ada tindakan, anak saya tidak akan masuk ICU,” ujarnya. Peristiwa tersebut menarik perhatian Ketua Menteri Himanta Biswa Sarma. “Diketahui bahwa seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh terluka dalam kasus dugaan perburuan liar. Dimonitor secara cermat dan tindak lanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten. Upaya penangkapan terdakwa, korban diberikan perawatan medis. Himbauan kepada pelajar, katakan TIDAK pada Ragging,” cuitnya. Tercatat, seorang mahasiswa Universitas Dibrugarh terluka dalam kasus dugaan pemerkosaan. Dimonitor secara cermat dan tindak lanjutnya dikoordinasikan dengan admin distrik. Upaya penangkapan terdakwa, korban diberikan perawatan medis. Mendesak siswa, katakan TIDAK pada Ragging. — Himanta Biswa Sarma (@himantabiswa) 27 November 2022 Ikuti saluran baru Indian Express di WhatsApp