Layanan Berita Ekspres

GUWAHATI: Gas untuk memasak telah sampai ke lingkaran Vijaynagar yang “terputus” di Arunachal Pradesh di perbatasan Myanmar, 57 tahun setelah sambungan LPG Indane pertama di India diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 1965 di Kolkata.

Dua hari yang lalu, sebuah lembaga yang berbasis di sub-divisi Miao di distrik Changlang mengirimkan tabung LPG kepada 15 keluarga di Vijaynagar, yang berjarak 157 km.

Menteri Kamlung Mossang mengatakan layanan ini memenuhi kebutuhan masyarakat yang sudah lama dirasakan.

“Mereka sepenuhnya bergantung pada kayu bakar untuk memasak dan menghadapi banyak kesulitan, terutama saat musim hujan. Pemerintah berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat di setiap sudut negara,” tegas Mossang dan menambahkan. “Dengan hadirnya infrastruktur jalan raya, Vijaynagar akan segera mengalami perubahan.”

Antu Ngemu, pedagang gas, mengatakan konsumen senang. Hampir 500 orang lainnya telah mengajukan permohonan sambungan LPG, namun dokumen mereka belum sampai ke badan tersebut.

“Kami tidak dapat memperluas layanan kepada mereka karena masalah termasuk logistik dan dokumentasi. Bahkan untuk satu transaksi bank harus menunggu beberapa hari,” kata Antu.

Usina Yobin mengatakan ayahnya sangat gembira hingga meneleponnya untuk menyampaikan kabar kedatangan silinder merah tersebut.

“Dia menerima silindernya, bukan tungku yang akan segera dikirimkan, tapi itu tidak menghilangkan kegembiraannya,” kata Usina. Indan Ekspres Baru dari Jairampur di distrik tempat dia menikah pada tahun 2019.

BSNL telah tiba di Vijaynagar pada tahun 2020 tetapi seseorang hanya akan bisa lolos jika beruntung. Reporter ini tidak dapat menjangkau konsumen LPG mana pun meskipun telah dilakukan beberapa upaya.

Setelah pernikahannya, Usina harus berjalan kaki lebih dari 100 km dan lima hari bersama suaminya dan orang lain menuju jalan dimana dia melompat ke dalam mobil untuk pergi ke rumahnya. Selama berjalan, mereka harus berlindung di rumah-rumah penduduk desa.

“Hidup sangat sulit di Vijaynagar. Warga akan berjalan kaki 15-20 km menuju hutan untuk mencari kayu bakar,” ujarnya.

Tersebar di 8.000 km persegi, Vijaynagar ditemukan pada tahun 1961 oleh Assam Rifles selama ekspedisi “Srijit II”. Hal ini dilakukan di bawah kepemimpinan Mayor Jenderal AS Guraya, Inspektur Jenderal pasukan paramiliter tertua di negara tersebut. Dia menamai lembah itu dengan nama putranya, Vijay.

Sekitar 4.400 penduduk lokal menjadi tahanan geografi. Lingkaran Vijaynagar adalah salah satu tempat paling terpencil di India, sebuah tonjolan mirip jari yang dikelilingi oleh Myanmar di tiga sisi dan Suaka Harimau Namdapha di satu sisi.

Helikopter adalah satu-satunya alat transportasi selama beberapa dekade. Kini kendaraan mulai membawa perbekalan berkat adanya jalan raya. Proyek sepanjang 157 km, yang akan menghubungkan Vijaynagar dengan Miao, hampir selesai. Dibutuhkan sekitar tujuh jam untuk mencapai Vijaynagar dari Miao.

“Hampir 90% jalan sudah selesai. Hanya blacktopping yang tersisa. Merupakan jalan GSB (granular subbase) sepanjang 130 km. Daerah tersebut rentan terhadap tanah longsor, sehingga gangguan sering terjadi,” kata Hakim Distrik Sunny K Singh.

Terdapat sistem listrik off-grid tetapi tidak berfungsi secara teratur karena Vijaynagar mengalami hujan sepanjang tahun. Tiga-empat tahun yang lalu, rumah tangga di pedesaan mendapatkan aliran listrik melalui skema Saubhagya. Baterainya telah mati sejak saat itu.

“Kami akan memulai pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 50 KW pada Maret tahun depan. Ini akan melayani Vijaynagar. Kami juga akan melakukan sesuatu untuk Gandhinagar (yang berdekatan),” kata Singh.

“Tadinya warga diwajibkan menyimpan jatah. Kuli angkut akan membawa barang-barang penting (berpindah setelah 7-10 hari) dan mengenakan biaya Rs 100 per kg untuk tenaga kerja. Oleh karena itu, harga komoditasnya mahal. Misalnya garam dijual dengan harga Rp 300 per kg,” imbuhnya.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

lagu togel