Pemerintah akan memastikan bahwa beban Rs 6.000 crore pada keuangan negara tidak mempengaruhi pekerjaan pembangunan, kata Shinde.
Gambar digunakan untuk tujuan representasi saja. (Foto | AP)
MUMBAI: Pemerintah Maharashtra telah memutuskan untuk mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) atas bensin dan solar masing-masing sebesar Rs 5 dan Rs 3 per liter, kata Ketua Menteri Eknath Shinde di sini, Kamis.
Keputusan yang akan dilaksanakan mulai Kamis tengah malam ini akan membebani keuangan negara sebesar Rs 6.000 crore.
Hal ini akan menguntungkan rakyat jelata yang terkena dampak kenaikan harga bahan bakar, kata Shinde kepada wartawan usai rapat kabinet di Sekretariat ‘Mantralaya’.
Wakil CM Devendra Fadnavis mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Shiv Sena-BJP terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah akan memastikan bahwa beban Rs 6.000 crore pada keuangan negara tidak mempengaruhi pekerjaan pembangunan, kata Shinde.
Pemerintah Maharashtra juga membatalkan keputusan rezim Maha Vikas Aghadi (MVA) sebelumnya yang menghentikan pemilihan langsung sarpanch desa dan presiden dewan kota/nagar panchayat.
Sebelumnya, pemerintah negara bagian yang dipimpin Fadnavis (yang berkuasa dari 2014 hingga 2019) mengizinkan pemilihan sarpanch dan presiden dewan kota, membatalkan dispensasi MVA yang dipimpin Uddhav Thackeray pada tahun 2020.
Pemerintah Shinde juga akan memulihkan dana pensiun “Loktantra Sangram Senani”, yang dipenjara karena memprotes Keadaan Darurat dari tahun 1975 hingga 1977, kata Fadnavis.
Pada tahun 2018, pemerintahan Fadnavis saat itu telah mengumumkan dana pensiun sebesar Rs 5.000 hingga Rs 10.000 untuk orang-orang tersebut, tetapi dihentikan pada tahun 2020 oleh MVA.
Pada hari Kamis, Deputi CM Fadnavis mengatakan 3.600 orang kini akan menerima dana pensiun dan 800 permohonan lainnya akan disetujui berdasarkan kelayakan.
“Tidak hanya Jana Sangh dan Rashtriya Swayamsevak Sangh, seluruh aktivis politik ikut serta dalam agitasi menentang Keadaan Darurat. Ayah saya dipenjara selama dua tahun. Demokrasi dipulihkan berkat upaya para aktivis,” kata Fadnavis.
Dia mengatakan insentif tersebut dihentikan oleh pemerintahan MVA sebelumnya karena adanya tekanan, mungkin karena Kongres adalah bagian darinya.
Fadnavis lebih lanjut mengatakan Shinde telah memberikan semua izin untuk proyek kereta peluru Ahmedabad-Mumbai.
Shinde mengatakan Perdana Menteri Narendra Modi meneleponnya pada Kamis pagi dan memintanya untuk mempercepat program dosis booster COVID-19 gratis bagi masyarakat dalam kelompok usia 18 hingga 59 tahun.
Program tersebut harus dicatat dalam 75 hari ke depan, katanya.
Shinde juga mengatakan Misi Atal untuk Peremajaan dan Transformasi Perkotaan (AMRUT) tahap ke-2 akan dilaksanakan di Maharashtra.
Kabinet juga telah memutuskan untuk menerapkan ‘Swachh Maharashtra Abhiyan’ yang mencakup 400 badan lokal lainnya, dan Rs 10.500 crore akan dibelanjakan untuk pasokan air, sanitasi, dan pemulihan badan air, kata CM.
Lebih lanjut Shinde mengatakan insentif Rs 50.000 yang diberikan kepada petani yang membayar kembali pinjamannya secara teratur juga akan mencakup petani Kolhapur yang telah menerima bantuan banjir.