Oleh PTI

AHMEDABAD: Selfie klik telah dijadikan pelanggaran pidana di distrik Dang Gujarat dalam upaya untuk memeriksa kecelakaan akibat kegiatan tersebut, kata para pejabat pada hari Selasa. Dang di selatan Gujarat sangat populer di kalangan wisatawan, terutama saat musim hujan, karena pemandangan stasiun bukit Saputara dan air terjunnya.

Dengan menurunnya kasus virus corona, masyarakat mulai mengunjungi stasiun perbukitan dalam jumlah besar di musim hujan saat ini. Jika ada orang yang ketahuan mengambil selfie di Dang, tindakan dapat diambil terhadap mereka berdasarkan ketentuan tindak pidana, kata seorang kolektor tambahan yang tinggal di distrik tersebut, TD Damor, kepada PTI.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa pembatasan semacam ini telah diberlakukan di Dang sejak dua hingga tiga tahun terakhir dan kini telah diperpanjang dengan pemberitahuan baru yang dikeluarkan awal bulan ini. “Tujuan di balik keputusan ini adalah untuk menghentikan kecelakaan yang di masa lalu merenggut nyawa beberapa orang dan juga melukai banyak orang,” kata Damor.

“Orang-orang, terutama anak-anak muda, dalam upayanya mengambil foto selfie yang bagus, bisa melakukan tindakan apa pun dan merugikan diri mereka sendiri. Banyak kasus orang terjatuh ke dalam jurang atau hanyut dalam arus air telah tercatat di masa lalu. Dalam beberapa kasus, orang-orang juga mengalami hal yang sama. meninggal sementara banyak yang terluka,” katanya.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah daerah telah memasang papan dan baliho di berbagai tempat wisata untuk memperingatkan pengunjung tentang bahaya selfie di sana. Pada Juli 2018, seorang pria meninggal setelah terjatuh ke jurang di Saputara saat mengambil selfie.

Selain itu, seseorang tenggelam di dekat Air Terjun Gira saat mengambil foto selfie pada Agustus 2018, menurut laporan. Menurut studi yang dilakukan oleh US National Library of Medicine, antara tahun 2011 dan 2017, terdapat 259 kematian yang dilaporkan saat orang melakukan selfie dan sekitar setengahnya berasal dari India.

“Sejak Oktober 2011 hingga November 2017, terdapat 259 kematian akibat klik selfie dalam 137 kejadian. Usia rata-rata adalah 22,94 tahun. Sekitar 72,5 persen dari total kematian tersebut terjadi pada laki-laki dan 27,5 persen pada perempuan,” demikian bunyi lembaga tersebut dalam unggahan studinya. on line.

Jumlah insiden dan kematian akibat selfie tertinggi dilaporkan di India, diikuti oleh Rusia, Amerika Serikat, dan Pakistan. Tenggelam, transportasi dan jatuh adalah alasan utama kematian terkait selfie, katanya.

“Kami juga mengklasifikasikan alasan kematian terkait selfie sebagai perilaku berisiko atau perilaku tidak berisiko. Perilaku berisiko menyebabkan lebih banyak kematian dan insiden akibat selfie dibandingkan perilaku tidak berisiko. Jumlah insiden dan kematian selfie tertinggi dalam penghitungan di India dilaporkan sekitar 50 persen dari total kematian yang dilaporkan,” kata lembaga tersebut.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

slot online gratis