SRINAGAR: Presiden PDP Mehbooba Mufti pada hari Minggu meminta dukungan rakyat untuk perjuangan pemulihan status negara bagian dan status khusus Jammu dan Kashmir di bawah Konstitusi.
Berbicara pada konvensi pekerja partai sepanjang hari di distrik Budgam, Mehbooba mengatakan dia tidak akan mundur atau menghindar untuk berbicara mewakili masyarakat Jammu dan Kashmir.
“Saya memutuskan sendiri dan mengambil keputusan secara sadar untuk berbicara mewakili rakyat saya, memperjuangkan martabat dan hak-hak mereka, serta mengadvokasi perdamaian dan rekonsiliasi sebagai sarana perdamaian berkelanjutan tidak hanya di JK tetapi juga di seluruh benua,” ujarnya.
“Saya tahu jalan ini penuh tantangan dan akan menguji saya setiap menitnya. Tapi, sebagai warga JK dan ketua PDP, hal itu diharapkan dari saya dan saya jamin partai tidak akan kompromi dengan agenda (partai). pendiri) Mufti (Mohammad Sayeed) Sahab dan tidak akan mengecewakan rakyat kami, apapun tekanannya,” katanya.
Mehbooba memperingatkan masyarakat bahwa pertempuran ini akan panjang dan sulit, dan mengatakan bahwa jalan ini penuh dengan tantangan dan bukan untuk mereka yang lemah hati.
Ia meminta dukungan masyarakat JK dan mengatakan ia tidak bisa melakukannya sendiri.
“Saya membutuhkan dukungan Anda yang berkelanjutan untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil secara tidak adil dari kami…. Saya mengimbau masyarakat Jammu dan Kashmir untuk berdiri, mengambil keputusan, dan memihak mereka dalam perjuangan yang berarti demi pemulihan kehormatan dan martabat Jammu. dan Kashmir,” katanya, mengacu pada pencabutan status khusus negara bagian tersebut berdasarkan Pasal 370 Konstitusi dan pembagiannya oleh Pusat pada Agustus 2019.
“Pemerintah pusat menggunakan segala cara dan sumber daya untuk menghancurkan saya dan partai saya, tapi di sini kami berdiri dengan kepala tegak karena tidak ada yang kami sembunyikan atau sesali,” tambahnya.
Mantan menteri utama tersebut mengatakan demi hubungan baik dan damai antara India dan Pakistan, inilah saat yang tepat bagi kepemimpinan kedua negara untuk duduk bersebelahan dan menyelesaikan semua masalah yang tertunda demi perdamaian berkelanjutan.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
SRINAGAR: Presiden PDP Mehbooba Mufti pada hari Minggu meminta dukungan rakyat untuk perjuangan pemulihan status negara bagian dan status khusus Jammu dan Kashmir di bawah Konstitusi. Berbicara pada konvensi pekerja partai sepanjang hari di distrik Budgam, Mehbooba mengatakan dia tidak akan menghindar atau menghindar untuk berbicara mewakili masyarakat Jammu dan Kashmir. “Saya memutuskan sendiri dan secara sadar mengambil keputusan untuk berbicara mewakili rakyat saya, memperjuangkan martabat dan hak-hak mereka, serta mengadvokasi perdamaian dan rekonsiliasi sebagai sarana perdamaian berkelanjutan tidak hanya di JK tetapi juga di seluruh benua,” katanya kepada .googletag.cmd. push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Saya tahu jalan ini penuh tantangan dan akan menguji saya setiap menitnya. Tapi, sebagai warga JK dan ketua PDP, hal itu diharapkan dari saya dan saya jamin partai tidak akan kompromi dengan agenda (partai). pendiri) Mufti (Mohammad Sayeed) Sahab dan tidak akan mengecewakan rakyat kami, apa pun tekanannya,” katanya. Mehbooba memperingatkan masyarakat bahwa perjuangan ini akan panjang dan sulit, dan mengatakan bahwa jalan ini penuh tantangan dan bukan untuk yang lemah hati. Dia meminta dukungan dari masyarakat JK dan mengatakan bahwa dia tidak dapat melakukannya sendiri. “Saya membutuhkan dukungan Anda yang berkelanjutan untuk mendapatkan kembali apa yang telah dirampas secara tidak adil dari kami. …Saya menghimbau kepada masyarakat Jammu dan Kashmir untuk berdiri, memutuskan dan memihak mereka dalam perjuangan yang berarti demi pemulihan kehormatan dan martabat Jammu dan Kashmir,” katanya, mengacu pada pencabutan status khusus negara bagian tersebut berdasarkan pasal 370 Konstitusi. dan pembagiannya oleh Pusat pada bulan Agustus 2019. “Pemerintah pusat menggunakan segala cara dan sumber daya untuk menghancurkan saya dan partai saya, namun di sini dikatakan ”Kami menjunjung tinggi kepala karena tidak ada yang kami sembunyikan atau sesali,” tambahnya. Mantan menteri utama tersebut mengatakan demi hubungan baik dan damai antara India dan Pakistan, inilah saat yang tepat bagi kepemimpinan kedua negara untuk duduk bersebelahan dan menyelesaikan semua masalah yang tertunda demi perdamaian berkelanjutan. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp