Layanan Berita Ekspres

NEW DELHI: Meningkatkan serangannya terhadap Partai Bharatiya Janata, presiden Kongres Mallikarjun Kharge pada hari Rabu mengatakan bahwa prinsip-prinsip dasar India sedang diserang dan masyarakat “terpecah belah oleh kebencian”.

Berbicara kepada para pemimpin partai dan pekerja pada hari pendirian Kongres ke-138 di markas besar AICC di Delhi, Kharge mengatakan masyarakat terkena dampak inflasi dan pengangguran namun pemerintah tidak khawatir.

“Prinsip-prinsip pendirian India terus-menerus mendapat serangan. “Masyarakat terpecah karena kebencian, masyarakat terkena dampak kenaikan harga dan pengangguran, namun pemerintah adalah pihak yang paling tidak merasa terganggu,” katanya. Kharge juga mengibarkan bendera partai di hadapan mantan presiden Kongres Sonia Gandhi dan Rahul Gandhi, serta para pemimpin senior lainnya. Berbicara tentang perjalanan partai tersebut, ia mengatakan India muncul sebagai negara modern karena keyakinan Kongres terhadap Konstitusi dan ideologi inklusifnya.

Pemimpin Kongres Rahul Gandhi bersama ibunya
Sonia Gandhi pada acara Foundation Day ke-138 partai tersebut
New Delhi pada hari Rabu | Parveen Negi

“Sekitar masa kemerdekaan India, banyak negara lain yang juga merdeka. Namun di banyak negara, kediktatoran telah mengambil alih kekuasaan. India tidak hanya menjadi negara demokrasi yang sukses dan kuat, tetapi dalam beberapa dekade kita telah menjadi negara adidaya di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kongres mengesahkan Resolusi Karachi pada masa Gerakan Kemerdekaan dan menyiapkan cetak biru pembangunan di India merdeka dengan membentuk komite perencanaan.
Karena persiapannya, ketika bangsa kita merdeka tidak terpecah belah tetapi tetap dilanjutkan dengan kekuatan, katanya.

“Nehru mengangkat lima dari 14 menteri dari partai non-Kongres di kabinet pertamanya. Ini menunjukkan prinsip mengajak semua orang,” tambahnya. Kharge menjelaskan bahwa Kongres memutuskan untuk melindungi perbatasan India, struktur sosial dan hak-hak semua warga negara, peningkatan pendidikan, pemikiran ilmiah, dan pendidikan serta lapangan kerja bagi masyarakat.

“Di bawah pemerintahan UPA, inisiatif seperti RTI, RTE, UU Ketahanan Pangan, MGNREGA telah memberikan manfaat bagi India,” katanya. Mendesak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Bharat Jodo Yatra, Kharge juga mengatakan bahwa Kongres harus melibatkan pemuda, perempuan, kelompok marginal dan intelektual untuk menjadikan partai tersebut inklusif. “Yatra tersebut menunjukkan bahwa ideologi Kongres mendapat dukungan besar dari masyarakat. Hal ini menimbulkan kepanikan di kalangan lawan kami,” tambahnya.

unitogel