Layanan Berita Ekspres
NEW DELHI: Apa yang terjadi di Ukraina akan berdampak pada kawasan Indo-Pasifik, kata Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen saat berpidato di Dialog Raisina ketujuh di sini pada hari Senin. “Negara-negara yang kini terkena dampak pandemi ini harus menghadapi kenaikan harga gandum, energi, dan pupuk. Respons kita terhadap perang Rusia akan menentukan masa depan sistem dan perekonomian global kita,” tambah Leyen.
Komisi Eropa Ursula dari
Leyen di New Delhi (Foto | PTI)
Dia lebih lanjut menambahkan bahwa Eropa akan memastikan bahwa agresi Rusia yang “tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan” terhadap Ukraina akan menjadi “kegagalan strategis”. Dalam pidatonya di hadapan Perdana Menteri Narendra Modi, pemimpin yang berkunjung tersebut bertanya-tanya tentang “hubungan internasional baru” yang diserukan oleh Tiongkok dan Rusia setelah mengumumkan persahabatan “tanpa batas” mereka.
Namun, dia mengatakan Uni Eropa akan mendorong Beijing untuk memainkan perannya dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. “Kami menginginkan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. Negara ini harus bebas, terbuka, saling terhubung, sejahtera, dengan arsitektur keamanan berbasis aturan yang melayani semua kepentingan,” kata Leyen pada sesi pertama Dialog yang diselenggarakan bersama oleh MEA dan Observer Research Foundation.
Leyen sebelumnya bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi di mana mereka mendirikan Dewan Perdagangan dan Teknologi India-UE (TTC). TTC adalah yang pertama bagi India, namun yang kedua bagi UE, karena negara ini telah menjalin kerjasama dengan AS.
“Senang sekali bisa berdiskusi dengan Presiden Komisi UE. Kami meninjau keseluruhan hubungan India-Uni Eropa, termasuk hubungan ekonomi dan budaya,” kata PM Modi. Modi dan Leyen juga membahas kerja sama yang kuat dalam perubahan iklim antara kedua pihak.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
NEW DELHI: Apa yang terjadi di Ukraina akan berdampak pada kawasan Indo-Pasifik, kata Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen saat berpidato di Dialog Raisina ketujuh di sini pada hari Senin. “Negara-negara yang kini terkena dampak pandemi ini harus menghadapi kenaikan harga gandum, energi, dan pupuk. Respons kita terhadap perang Rusia akan menentukan masa depan sistem dan perekonomian global kita,” tambah Leyen. PM Narendra Modi bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di New Delhi (Foto | PTI) Lebih lanjut ia menambahkan bahwa Eropa akan memastikan bahwa agresi Rusia yang ‘tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan’ terhadap Ukraina akan menjadi “kegagalan strategis”. Dalam pidatonya di hadapan Perdana Menteri Narendra Modi, pemimpin yang berkunjung tersebut bertanya-tanya tentang “hubungan internasional baru” yang diserukan oleh Tiongkok dan Rusia setelah mengumumkan persahabatan “tanpa batas” mereka. Namun, dia mengatakan Uni Eropa akan mendorong Beijing untuk memainkan perannya dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. “Kami menginginkan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. Negara ini harus bebas, terbuka, saling terhubung, sejahtera, dengan arsitektur keamanan berbasis aturan yang melayani semua kepentingan,” kata Leyen pada sesi pertama Dialog yang diselenggarakan bersama oleh MEA dan Observer Research Foundation.googletag.cmd.push(function( ) googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Leyen sebelumnya bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi di mana mereka mendirikan Dewan Perdagangan dan Teknologi India-UE (TTC). TTC adalah yang pertama bagi India, namun yang kedua bagi UE, karena negara ini telah menjalin kerjasama dengan AS. “Senang sekali bisa berdiskusi dengan Presiden Komisi UE. Kami meninjau keseluruhan hubungan India-Uni Eropa, termasuk hubungan ekonomi dan budaya,” kata PM Modi. Modi dan Leyen juga membahas kerja sama yang kuat dalam perubahan iklim antara kedua pihak. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp