NEW DELHI: India telah mengirim jet pribadi ke Dominika dengan dokumen terkait dengan deportasi buronan pengusaha Mehul Choksi, yang dicari dalam kasus penipuan pinjaman bank senilai Rs 13.500 crore, kata Perdana Menteri Antigua dan Barbuda Gaston Browne dalam sebuah acara radio di negaranya.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang India mengenai hal tersebut.
Sebuah jet pribadi Qatar Airways mendarat di Bandara Douglas-Charles di Dominika, lapor Antigua News Room, yang menimbulkan spekulasi tentang deportasi Choksi yang ditahan di negara kepulauan Karibia setelah menghilang secara misterius dari negara tetangga Antigua dan Barbuda.
Browne mengatakan kepada acara radio tersebut bahwa jet tersebut datang dari India dengan membawa dokumen yang diperlukan untuk deportasi pengusaha tersebut, lapor media tersebut.
Data yang tersedia untuk umum dari penerbangan Qatar Executive A7CEE menunjukkan bahwa pesawat tersebut meninggalkan bandara Delhi pada pukul 15:44 tanggal 28 Mei dan mencapai Dominika pada hari yang sama pukul 13:16 waktu setempat, melalui Madrid.
Pengadilan Tinggi Dominika menunda pemindahan Choksi dari tanahnya dan memberikan perintah lisan mengenai perkembangannya sampai kasus tersebut disidangkan di pengadilan terbuka pada tanggal 2 Juni.
BACA JUGA | Mahkamah Agung Karibia Timur menunda deportasi Mehul Choksi dari Dominika
Choksi mengklaim bahwa dia diculik dari Jolly Harbour di Antigua dan Barbuda oleh polisi Antiguan dan berpenampilan India dan dibawa ke Dominika.
Dugaan foto Choksi berusia 62 tahun yang muncul di Dominika menunjukkan dia dengan mata merah bengkak dan memar di tangannya.
Choksi dan keponakannya Nirav Modi dicari karena diduga menipu Rs 13.500 crore uang publik dari Bank Nasional Punjab (PNB) milik negara melalui surat perusahaan.
Saat Modi berada di penjara London setelah berulang kali ditolak jaminannya dan menentang ekstradisinya ke India, Choksi mengambil kewarganegaraan Antigua dan Barbuda pada tahun 2017 menggunakan program Citizenship by Investment sebelum meninggalkan India pada minggu pertama bulan Januari 2018.
Penipuan tersebut kemudian terungkap.
Keduanya menghadapi penyelidikan CBI.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
NEW DELHI: India telah mengirim jet pribadi ke Dominika dengan dokumen terkait dengan deportasi buronan pengusaha Mehul Choksi, yang dicari dalam kasus penipuan pinjaman bank senilai Rs 13.500 crore, kata Perdana Menteri Antigua dan Barbuda Gaston Browne kepada sebuah program radio di negaranya. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang India mengenai hal tersebut. Sebuah jet pribadi Qatar Airways mendarat di Bandara Douglas-Charles di Dominika, lapor Antigua News Room, yang menimbulkan spekulasi tentang deportasi Choksi yang ditahan di negara kepulauan Karibia setelah menghilang secara misterius dari negara tetangga Antigua dan Barbuda.googletag.cmd.push (fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Browne mengatakan kepada acara radio tersebut bahwa jet tersebut datang dari India dengan membawa dokumen yang diperlukan untuk deportasi pengusaha tersebut, lapor media tersebut. Data yang tersedia untuk umum dari penerbangan Qatar Executive A7CEE menunjukkan bahwa pesawat tersebut meninggalkan bandara Delhi pada pukul 15:44 tanggal 28 Mei dan mencapai Dominika pada hari yang sama pukul 13:16 waktu setempat, melalui Madrid. Mahkamah Agung Dominika menunda pemindahan Choksi dari tanahnya dan memberikan perintah lisan mengenai perkembangannya sampai kasus tersebut disidangkan di pengadilan terbuka pada tanggal 2 Juni. BACA JUGA | Mahkamah Agung Karibia Timur menunda deportasi Mehul Choksi dari Dominika. Dugaan foto Choksi berusia 62 tahun yang muncul di Dominika menunjukkan dia dengan mata merah bengkak dan memar di tangannya. Choksi dan keponakannya Nirav Modi dicari karena diduga menipu Rs 13.500 crore uang publik dari Bank Nasional Punjab (PNB) milik negara melalui surat perusahaan. Saat Modi berada di penjara London setelah berulang kali ditolak jaminannya dan menentang ekstradisinya ke India, Choksi mengambil kewarganegaraan Antigua dan Barbuda pada tahun 2017 menggunakan program Citizenship by Investment sebelum meninggalkan India pada minggu pertama bulan Januari 2018. Penipuan terjadi tak lama kemudian. Keduanya menghadapi penyelidikan CBI. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp