Layanan Berita Ekspres

NEW DELHI: Badan keamanan India semakin meningkatkan intelijen manusia dan teknis menyusul pemboman bandara Kabul yang diduga dilakukan oleh ISIS-K. Menurut sumber, ledakan hari Kamis semakin memicu kekhawatiran bahwa Afghanistan menjadi tempat yang aman bagi kelompok teror anti-India. “Kami telah mengerahkan sumber daya untuk melacak pergerakan kelompok teroris, yang mungkin akan muncul kembali setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban. Kami terus mencermati setiap pergerakannya,” kata seorang sumber.

India memantau pergerakan Anas dan Khalil al-Rehman Haqqani, yang dinyatakan sebagai teroris dan bagian penting dari jaringan Haqqani. Dia diangkat menjadi kepala keamanan negara. Jaringan Haqqani menjadi perhatian khusus badan keamanan India karena diyakini sebagai perpanjangan tangan ISI dan memainkan peran penting dalam kebangkitan Taliban. Mereka memiliki hubungan dekat dengan Lashkar-e-Toiba dan Jaish-e-Mohammad.

Sebuah laporan yang diajukan oleh Departemen Keuangan AS menyalahkan serangan teroris tahun 2020 terhadap umat Sikh di Kabul yang dilakukan oleh jaringan Haqqani yang berbasis di Pakistan. Laporan yang sama juga menyatakan keprihatinan mengenai jaringan yang bersekutu dengan al-Qaeda untuk membentuk unit gabungan baru.

Kekhawatiran India serupa dengan ketakutan negara dan lembaga lain. Pada bulan Juni, sebuah laporan PBB mencatat bahwa “jaringan Haqqani tetap menjadi kekuatan Taliban yang paling siap tempur” dan menambahkan bahwa mereka “memiliki anggota inti yang mampu”.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

sbobet