Oleh BERTAHUN-TAHUN

NEW DELHI: Sebanyak 6.358 kasus baru COVID-19 dilaporkan di India dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah kasus aktif di negara tersebut menjadi 75.456, demikian informasi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga pada hari Selasa.

Menurut Kementerian Kesehatan, sejauh ini 653 kasus virus corona varian Omicron telah dilaporkan di negara tersebut.

Dari jumlah tersebut, Maharashtra menduduki puncak daftar dengan 167 kasus, diikuti oleh Delhi dengan 165 kasus, Kerala dengan 57 kasus, dan Telangana dengan 55 kasus.

Kasus aktifnya kurang dari 1 persen dari total kasus dan saat ini berada di angka 0,22 persen, terendah sejak Maret 2020.

Dengan kesembuhan sebanyak 6.450 pasien dalam 24 jam terakhir, jumlah kumulatif pasien sembuh sejak awal pandemi meningkat menjadi 3.42.43.945.

Tingkat kesembuhan saat ini berada di angka 98,40 persen, yang merupakan angka tertinggi sejak awal pandemi.

Tingkat kepositifan mingguan berada di 0,64 persen, tetap kurang dari 1 persen selama 44 hari terakhir, sedangkan tingkat positif harian adalah 0,61 persen. Tingkat positif harian tetap di bawah 2 persen selama 85 hari terakhir.

Negara ini juga melaporkan 293 kematian baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah kematian menjadi 4.80.290.

India sejauh ini telah melakukan lebih dari 67,41 crore tes kumulatif.

Negara tersebut sejauh ini telah memberikan 142,47 crore dosis vaksin di bawah Gerakan Vaksinasi Nasional.

Dengan pemberian 72.87.547 dosis vaksin dalam 24 jam terakhir, cakupan vaksinasi COVID-19 di India mencapai 1.42.46.81.736 crore.

Sementara itu, Ketua Menteri Arvind Kejriwal akan membahas situasi COVID-19 yang ada dengan para pejabat tinggi pada pertemuan tingkat tinggi pada hari Selasa di mana keputusan juga akan diambil mengenai implementasi rencana aksi respons bertahap di Delhi, kata sumber resmi.

Ketua Menteri akan memimpin pertemuan pada jam 12 siang.

Pertemuan ini akan membahas peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan ancaman yang ditimbulkan oleh varian baru Omicron.

Selain itu, pertemuan tersebut dapat memutuskan untuk mengeluarkan peringatan dan pembatasan ‘Kuning’ sesuai GRAP, menurut sumber tersebut.

Peringatan ‘kuning’ berbunyi ketika tingkat positif Covid tetap di atas 0,5 persen dalam dua hari berturut-turut.

Hal ini antara lain mencakup pembatasan jam malam, penutupan sekolah dan kampus, pembukaan toko barang-barang yang tidak penting secara bergantian, dan pengurangan separuh kapasitas tempat duduk di kereta metro dan bus angkutan umum.

Delhi pada hari Senin mencatat 331 kasus baru COVID-19, kenaikan harian tertinggi sejak 9 Juni, dan satu kematian, sementara tingkat positif naik menjadi 0,68 persen, menurut data yang dibagikan oleh departemen kesehatan kota.

Pada hari Minggu, Delhi mencatat 290 kasus dengan tingkat positif 0,55 persen dan satu kematian, menurut angka pejabat.

Mengingat meningkatnya jumlah kasus COVID-19, Otoritas Manajemen Bencana Delhi (DDMA) telah memberlakukan jam malam yang akan tetap berlaku mulai pukul 23.00 hingga 05.00 di kota tersebut hingga ada perintah lebih lanjut.

(Dengan masukan PTI)

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp