Layanan Berita Ekspres
SURAT: Seorang penyulam yang dipecat di Surat, Gujarat, menikam hingga tewas pemilik perusahaan, ayahnya, dan pamannya, kata polisi pada hari Minggu, seraya menambahkan bahwa mereka telah menangkap dua tersangka, salah satunya adalah seorang pemuda.
Pembunuhan rangkap tiga itu terjadi di perusahaan korban, Vedant Texo, yang terletak di Kawasan Industri Anjani kota Surat, kata mereka.
Para tersangka rupanya marah kepada mantan majikannya karena baru saja memecatnya. Wakil Komisaris Polisi Surat (Zona 5) Harshad Mehta mengatakan kepada media bahwa Kalpesh Dholakia memiliki unit bordir.
“Pada hari Minggu sekitar pukul 09.00, pekerja yang diberhentikan 10 hari lalu datang ke pabrik bersama rekan kerjanya. Mereka bertengkar sengit dengan Dholakia, yang kemudian berubah menjadi perkelahian. Saat perkelahian, salah satu dari dua tersangka menikam Dholakia dengan pisau,” kata petugas polisi tersebut. “Ayah Kalpesh, Dhanjibhai dan paman dari pihak ibu, Ghanshyam Razodia, yang hadir saat pertengkaran itu, turun tangan tetapi mereka juga ditikam. Keduanya kemudian melarikan diri,” kata Mehta.
Ia mencontohkan rekaman CCTV yang menunjukkan tersangka masuk ke dalam pabrik sambil membawa senjata tajam dan menikam korban beberapa kali. Wakil Komisaris Polisi lainnya, Pinakin Parmar, mengatakan kepada media bahwa pekerja tersebut diberhentikan dari dinasnya karena beberapa kesalahan yang dilakukannya selama shift malam.
Hal ini rupanya merusak produksi. Informasi awal pemilik unit industri telah melunasi seluruh iurannya sebelum memutus jasa tersangka, kata Parmar. Korban pembunuhan telah diidentifikasi sebagai Kalpesh Dholakia (36), Dhanji Dholakiya (61) dan Ghanshyam Rajodiya (48).
(Dengan masukan dari PTI)
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
SURAT: Seorang penyulam yang dipecat di Surat, Gujarat, menikam hingga tewas pemilik perusahaan, ayahnya, dan pamannya, kata polisi pada hari Minggu, seraya menambahkan bahwa mereka telah menangkap dua tersangka, salah satunya adalah remaja. Pembunuhan rangkap tiga itu terjadi di perusahaan korban, Vedant Texo, yang berlokasi di Kawasan Industri Anjani kota Surat, kata mereka. Para tersangka rupanya marah kepada mantan majikannya karena baru saja memecatnya. Wakil Komisaris Polisi Surat (Zona 5) Harshad Mehta mengatakan kepada media bahwa Kalpesh Dholakia memiliki unit bordir.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Pada hari Minggu sekitar pukul 09.00, pekerja yang diberhentikan 10 hari lalu datang ke pabrik bersama rekan kerjanya. Mereka bertengkar sengit dengan Dholakia, yang kemudian berubah menjadi perkelahian. Saat perkelahian, salah satu dari dua tersangka menikam Dholakia dengan pisau,” kata petugas polisi tersebut. “Ayah Kalpesh, Dhanjibhai dan paman dari pihak ibu, Ghanshyam Razodia, yang hadir saat pertengkaran itu, turun tangan tetapi mereka juga ditikam. Keduanya kemudian melarikan diri,” kata Mehta. Ia mencontohkan rekaman CCTV yang menunjukkan tersangka masuk ke dalam pabrik sambil membawa senjata tajam dan menikam korban beberapa kali. Wakil Komisaris Polisi lainnya, Pinakin Parmar, mengatakan kepada media bahwa pekerja tersebut diberhentikan dari dinasnya karena beberapa kesalahan yang dilakukannya selama shift malam. Hal ini rupanya merusak produksi. Informasi awal pemilik unit industri telah melunasi seluruh iurannya sebelum memutus jasa tersangka, kata Parmar. Korban pembunuhan telah diidentifikasi sebagai Kalpesh Dholakia (36), Dhanji Dholakiya (61) dan Ghanshyam Rajodiya (48). (Dengan masukan dari PTI) Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp