Layanan Berita Ekspres

GUWAHATI: BJP yang berkuasa di Tripura memenangi pemilu sipil pada hari Minggu, merebut kekuasaan di 20 badan lokal perkotaan (ULB).

Pemilu diadakan dengan latar belakang insiden kekerasan politik yang sporadis. CPI-M dan Kongres Trinamool (TMC) menuduh BJP melakukan penyerangan dan intimidasi terhadap pekerjanya.

Total ada 334 kursi dan BJP telah memenangkan 329 kursi di antaranya. Sebelumnya, partai ini memenangkan 112 kursi tanpa terbantahkan di tujuh ULB. Tiga kursi diberikan kepada CPI-M dan masing-masing satu kursi untuk TMC dan TIPRA Motha.

Fakta bahwa BJP serius terhadap pemilu sipil terlihat dari fakta bahwa Perdana Menteri Narendra Modi melalui Twitter mengucapkan selamat kepada masyarakat dan pekerja partai atas keberhasilan tersebut.

“Masyarakat Tripura telah memberikan pesan yang jelas – bahwa mereka lebih memilih politik pemerintahan yang baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan tegas mereka kepada @BJP4Tripura. Berkat-berkat ini memberi kami kekuatan yang lebih besar untuk bekerja demi kesejahteraan setiap orang di Tripura,” tulis Perdana Menteri.

TMC optimis dengan keberhasilannya di Agartala Municipal Corporation (AMC), tetapi BJP memenangkan seluruh 51 kursinya.

“Ini merupakan kemenangan luar biasa bagi @BJP4Tripura dalam Pemilu Badan Kota #Agartala, @BJP4Tripura meraih 51 dari 51 kursi. Masyarakat Agartala telah menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap pemerintahan mobil ganda yang dipimpin oleh Perdana Menteri Yang Terhormat Shri @narendramodi Ji,” cuit Ketua Menteri Biplab Kumar Deb.

TMC menganggap pemilu ini sebagai landasan untuk mencoba membuat terobosan di negara bagian yang mayoritas penduduknya adalah Bengali. Kekalahan partai tersebut terjadi beberapa hari setelah partai tersebut secara dramatis menjadi partai oposisi utama Meghalaya dalam sebuah “kudeta politik” yang menyebabkan 12 dari 17 anggota parlemen Kongres membelot ke partai yang dipimpin Mamata Banerjee.

Setelah kekalahan di Tripura, Sekretaris Jenderal Nasional TMC Abhishek Banerjee mengatakan merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah partai yang awalnya hanya memiliki sedikit kehadiran untuk berhasil mengikuti pemilu dan muncul sebagai partai oposisi utama di negara bagian tersebut dengan lebih dari 20% suara untuk pensiun.

“Meskipun kami memulai kegiatan kami baru 3 bulan yang lalu dan @BJP4Tripura tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk DEMOKRASI BUTCHER di Tripura. Selamat kepada seluruh prajurit pemberani @AITC4Tripura atas keberaniannya yang patut diteladani,” cuitnya.

CPI-M menuduh BJP telah mengubah pemilu menjadi tipuan dengan melancarkan teror dan menyalahgunakan pemerintahan.

Partai tersebut menghimbau masyarakat untuk lebih aktif demi menyelamatkan negara dari serangan terhadap demokrasi dan demi kelangsungan hidup mereka. Partai yang memerintah Tripura selama 25 tahun dari 1993-2018 itu memperebutkan 206 kursi.

Jajak pendapat di Tripura memberikan kesempatan kepada BJP serta partai oposisi untuk menilai diri mereka sendiri menjelang pemilihan Majelis, yang dijadwalkan pada awal tahun 2023.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp


Togel Singapore