MUMBAI: Aktivis cendekiawan Anand Teltumbde, terdakwa kasus hubungan Elgar Parishad-Maois, dibebaskan dari Penjara Pusat Taloja di Navi Mumbai pada hari Sabtu, sehari setelah kejadian tersebut. Mahkamah Agung menolak permohonan Badan Investigasi Nasional (NIA) menantang jaminan yang diberikan kepadanya, kata seorang pejabat.
Teltumbde (73), yang menghabiskan dua setengah tahun di balik jeruji besi dalam kasus ini, keluar dari penjara sekitar pukul 13.15, katanya.
“Pada hari Jumat, Pengadilan Tinggi menolak permohonan NIA yang menentang perintah Pengadilan Tinggi Boom Bay yang memberikan jaminan kepada Teltumbde. Akibatnya, dia dibebaskan setelah menyelesaikan formalitas jaminan,” katanya.
Pada tanggal 18 November, Mahkamah Agung jaminan diberikan kepada Teltumbdeyang ditangkap oleh badan pusat pada 14 April 2020 setelah menyerahkan diri di hadapan NIA, kata pejabat itu.
Teltumbde adalah orang ketiga dari 16 terdakwa yang ditangkap dalam kasus tersebut dan dibebaskan dengan jaminan.
Penyair Varavara Rao adalah saat ini keluar dengan jaminan dengan alasan kesehatan, sementara pengacara Sudha Bharadwaj jaminan biasa tentu saja.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan pidato yang menghasut yang disampaikan pada konklaf Elgar Parishad yang diadakan di Pune pada tanggal 31 Desember 2017, yang menurut polisi memicu kekerasan keesokan harinya di dekat tugu peringatan perang Koregaon-Bhima di pinggiran kota barat Maharashtra.
Polisi Pune juga mengklaim bahwa konklaf tersebut diorganisir oleh beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan Maois.
Laporan Informasi Pertama diajukan oleh Kepolisian Pune pada tanggal 8 Januari 2018 berdasarkan KUHP India (IPC) dan Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan) (UAPA). NIA kemudian mengambil alih kasus ini.
Teltumbde mengaku tidak hadir pada acara Elgar Parishad pada 31 Desember 2017 yang digelar di kota Pune, juga tidak melontarkan pidato yang provokatif.
BACA JUGA | UAPA disalahgunakan untuk meneror orang agar diam: Anand Teltumbde
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
MUMBAI: Aktivis cendekiawan Anand Teltumbde, terdakwa dalam kasus hubungan Elgar Parishad-Maois, dibebaskan dari Penjara Pusat Taloja di Navi Mumbai pada hari Sabtu, sehari setelah Mahkamah Agung menolak permohonan Badan Investigasi Nasional (NIA) yang menolak jaminan tersebut. .disengketakan, ditolak. diberikan kepadanya, kata seorang pejabat. Teltumbde (73), yang menghabiskan dua setengah tahun di balik jeruji besi dalam kasus ini, keluar dari penjara sekitar pukul 13.15, katanya. “Pada hari Jumat, Pengadilan Tinggi menolak permohonan NIA yang menentang perintah Pengadilan Tinggi Boom Bay yang memberikan jaminan kepada Teltumbde. Oleh karena itu, dia dibebaskan setelah menyelesaikan formalitas jaminan,” katanya.googletag.cmd.push(function() googletag .display (‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Pada tanggal 18 November, Mahkamah Agung memberikan jaminan kepada Teltumbde, yang ditangkap oleh badan pusat pada tanggal 14 April 2020 setelah dia menyerahkan diri di hadapan NIA, kata pejabat itu. Teltumbde adalah orang ketiga dari 16 terdakwa yang ditangkap dalam kasus tersebut dan dibebaskan dengan jaminan. Penyair Varavara Rao saat ini dibebaskan dengan jaminan karena alasan kesehatan, sementara pengacara Sudha Bharadwaj telah mendapatkan jaminan reguler. Kasus ini berkaitan dengan dugaan pidato yang menghasut yang disampaikan pada konklaf Elgar Parishad yang diadakan di Pune pada tanggal 31 Desember 2017, yang menurut polisi memicu kekerasan keesokan harinya di dekat tugu peringatan perang Koregaon-Bhima di pinggiran kota barat Maharashtra. Polisi Pune juga mengklaim bahwa konklaf tersebut diorganisir oleh beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan Maois. Laporan Informasi Pertama diajukan oleh Kepolisian Pune pada tanggal 8 Januari 2018 berdasarkan KUHP India (IPC) dan Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan) (UAPA). NIA kemudian mengambil alih kasus ini. Teltumbde mengaku tidak hadir pada acara Elgar Parishad pada 31 Desember 2017 yang digelar di kota Pune, juga tidak melontarkan pidato yang provokatif. BACA JUGA | UAPA disalahgunakan untuk meneror orang agar diam: Anand Teltumbde mengikuti saluran Indian Express baru di WhatsApp