Layanan Berita Ekspres

NEW DELHI: Menteri pertahanan India dan Rusia pada hari Rabu membahas situasi di Ukraina, termasuk penggunaan ‘bom kotor’ dalam konflik tersebut. Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengadakan percakapan telepon dengan timpalannya dari Rusia Sergei Shoigu atas permintaan Menteri Pertahanan, kata Kementerian Pertahanan.

“Dalam percakapan jarak jauh, kedua menteri membahas kerja sama pertahanan bilateral serta situasi yang memburuk di Ukraina. Menteri Pertahanan Shoigu memberi pengarahan kepada Rajnath Singh mengenai perubahan situasi di Ukraina, termasuk kekhawatirannya mengenai kemungkinan provokasi melalui penggunaan ‘bom kotor’,” kata kementerian pertahanan.

Singh menegaskan kembali posisi India mengenai perlunya mengikuti jalur dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan konflik secara dini, menurut pernyataan kementerian. “Rajnath Singh menekankan bahwa opsi nuklir tidak boleh digunakan oleh pihak mana pun karena prospek penggunaan senjata nuklir atau radiologi bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan,” tambahnya.

Sementara itu, Singh berencana mengunjungi Kashmir pada hari Kamis untuk menyaksikan relaksasi pendaratan penting Angkatan Darat India di Badgam dalam rangka Hari Infanteri ke-75. Pada tanggal 27 Oktober 1947 Angkatan Darat India melancarkan operasi militer pertamanya setelah Kemerdekaan dengan pasukan yang dibawa oleh Angkatan Udara India mendarat di Badgam untuk mengusir penjajah dari Pakistan. Pasukan unit Sikh ke-1 yang dipimpin oleh Letkol Dewan Ranjit Rai dipindahkan.

Langkah ini sangat menentukan dalam mengusir penjajah, namun Lt. Kolonel Rai kemudian kehilangan nyawanya di Baramulla selama operasi dan dianugerahi Maha Vir Chakra pertama di negara itu. Setelah acara Badgam, Singh akan berada di Leh selama dua hari untuk memimpin peresmian berbagai proyek Organisasi Jalan Perbatasan.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

toto hk