NEW DELHI: Sebuah studi ICMR untuk menyelidiki efek dosis booster Covaxin menunjukkan peningkatan tingkat antibodi terhadap SARS-CoV-2, kata Menteri Negara Kesehatan Bharati Pravin Pawar kepada Rajya Sabha pada hari Selasa, kata Sabha.
Data internasional yang tersedia mengenai dosis booster AstraZeneca dan Covishield menunjukkan peningkatan antibodi tiga hingga empat kali lipat setelah pemberiannya, kata Pawar dalam balasan tertulis.
BACA JUGA: Data diperlukan untuk menyarankan peracikan vaksin COVID-19, kata pemerintah
“Sebuah penelitian dilakukan oleh Dewan Penelitian Medis India (ICMR) untuk menyelidiki efek dosis booster Covaxin, yang menunjukkan peningkatan tingkat antibodi penetralisir terhadap SARS-CoV-2 setelah dosis booster,” kata Pawar. .
Sesuai rekomendasi National Technical Advisory Group on Immunization (NTAGI), dosis preventif diberikan kepada petugas kesehatan, pekerja garda depan, dan masyarakat berusia 60 tahun ke atas mulai 10 Januari 2022, ujarnya. Pada 24 Maret 2022, 2,21 crore dosis pencegahan telah diberikan untuk melawan COVID-19.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
NEW DELHI: Sebuah studi ICMR untuk menyelidiki efek dosis booster Covaxin menunjukkan peningkatan tingkat antibodi terhadap SARS-CoV-2, kata Menteri Negara Kesehatan Bharati Pravin Pawar kepada Rajya Sabha pada hari Selasa, kata Sabha. Data internasional yang tersedia mengenai dosis booster AstraZeneca dan Covishield menunjukkan peningkatan antibodi tiga hingga empat kali lipat setelah pemberiannya, kata Pawar dalam balasan tertulis. BACA JUGA: Data diperlukan untuk mewakili pencampuran vaksin COVID-19, kata Governmentgoogletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Sebuah penelitian dilakukan oleh Dewan Penelitian Medis India (ICMR) untuk menyelidiki efek dosis booster Covaxin, yang menunjukkan peningkatan tingkat antibodi penetralisir terhadap SARS-CoV-2 setelah dosis booster,” kata Pawar. . Sesuai rekomendasi National Technical Advisory Group on Immunization (NTAGI), dosis preventif diberikan kepada petugas kesehatan, pekerja garda depan, dan masyarakat berusia 60 tahun ke atas mulai 10 Januari 2022, ujarnya. Pada 24 Maret 2022, 2,21 crore dosis pencegahan telah diberikan untuk melawan COVID-19. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp