Oleh PTI

PATIALA: Persatuan Bharatiya Kisan (Ekta Ugrahan) pada hari Sabtu menuduh bahwa pemerintah Kongres di Punjab telah “gagal” membuat pengaturan yang diperlukan untuk menangani pandemi COVID-19 dan menuntut agar pemerintah mengambil alih semua rumah sakit swasta yang dituduh membayar terlalu mahal pasien.

Salah satu serikat petani terbesar di Punjab, BKU (Ekta Ugrahan), pada hari Jumat memulai protes selama tiga hari di Patiala, daerah asal Ketua Menteri Amarinder Singh, atas dugaan kegagalan pemerintah negara bagian dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Pada hari kedua protes, pimpinan BKU (Ekta Ugrahan) juga menuduh adanya kekurangan tenaga kesehatan, ventilator, tempat tidur dan oksigen di rumah sakit.

“Pemerintah Punjab gagal membuat pengaturan yang diperlukan untuk menangani pandemi COVID-19,” kata Sekretaris Jenderal BKU (Ekta Ugrahan) Sukhdev Singh Kokrikalan saat berpidato di depan para petani di sini.

Dia menuntut pemerintah negara bagian mengambil kendali atas semua rumah sakit swasta yang dituduh membebankan biaya berlebihan kepada pasien.

“Staf baru juga harus direkrut di departemen kesehatan yang menghadapi kekurangan tenaga kerja yang parah,” kata Kokrikalan.

Dia meminta pemerintah negara bagian untuk menunjuk lebih banyak orang di departemen kesehatan selain melakukan pengaturan yang diperlukan untuk tempat tidur, ventilator, dan oksigen di rumah sakit.

Pemimpin petani tersebut juga ingin pemerintah memberikan vaksin gratis kepada penduduk desa dan pengaturan yang tepat harus dibuat untuk pengujian gratis di setiap desa dan kota.

Program kesadaran yang komprehensif juga harus dilakukan mengenai vaksin di daerah pedesaan, katanya, seraya menambahkan bahwa para petani mengikuti perilaku yang sesuai dengan Covid selama protes.

Kokrikalan menuduh pemerintah pusat dan negara bagian tidak mengambil langkah-langkah yang memadai meski sudah mengetahui sebelumnya mengenai gelombang kedua pandemi COVID-19.

Ketua Menteri Punjab Amarinder Singh sebelumnya menolak tuduhan kegagalan pemerintah negara bagian dalam mengatasi pandemi ini secara efektif.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

akun slot demo