SHILLONG: Partai Rakyat Nasional (NPP) menuduh Kongres oposisi mencoba mengguncang pemerintahan Aliansi Demokratik Meghalaya (MDA) dengan melontarkan tuduhan tak berdasar.
Pemerintahan MDA dipimpin oleh NPP.
“Ya, mereka (Kongres) mencoba untuk menggoyahkan pemerintahan MDA yang dipimpin NPP (dengan melontarkan tuduhan demi tuduhan) meskipun faktanya masalah yang mereka ajukan telah diatasi,” kata juru bicara NPP Marcuse N Marak pada hari Sabtu kepada wartawan.
BACA JUGA | BJP atau Kongres? Beberapa hari setelah pengunduran diri Suvendu sebagai menteri, muncul spekulasi mengenai langkah selanjutnya
Kongres membantah tuduhan Marak bahwa dia mencoba mengacaukan pemerintahan MDA.
Kongres telah menuntut penyelidikan CBI atas dugaan lebih dari satu juta penipuan di Departemen Tenaga Listrik Meghalaya.
Diduga banyak terjadi kejanggalan dan kejanggalan dalam pelaksanaan berbagai proyek antara lain proyek smart meter yang didanai Asian Development Bank (ADB), Skema Saubhagya dan Deen Dayal Upadhyaya Grameen Kaushalya Yojana (DDU-GKY).
Pemimpin Oposisi Kongres Mukul Sangma juga menuduh adanya korupsi di departemen kekuasaan, khususnya dalam implementasi skema Saubhagya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
SHILLONG: Partai Rakyat Nasional (NPP) menuduh Kongres oposisi mencoba mengguncang pemerintahan Aliansi Demokratik Meghalaya (MDA) dengan melontarkan tuduhan tak berdasar. Pemerintahan MDA dipimpin oleh NPP. “Ya, mereka (Kongres) mencoba untuk menggoyahkan pemerintahan MDA yang dipimpin NPP (dengan melontarkan tuduhan demi tuduhan) meskipun faktanya masalah yang mereka angkat telah diatasi,” kata juru bicara NPP Marcuse N Marak kepada wartawan pada hari Sabtu. googletag .cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); BACA JUGA | BJP atau Kongres? Beberapa hari setelah pengunduran diri Suvendu sebagai menteri, spekulasi tersebar luas mengenai langkah selanjutnya. Kongres membantah tuduhan Marak bahwa dia mencoba mengacaukan pemerintahan MDA. Kongres telah menuntut penyelidikan CBI atas dugaan penipuan senilai satu crore di Departemen Tenaga Meghalaya. Diduga banyak terjadi kejanggalan dan kejanggalan dalam pelaksanaan berbagai proyek antara lain proyek smart meter yang didanai Asian Development Bank (ADB), Skema Saubhagya dan Deen Dayal Upadhyaya Grameen Kaushalya Yojana (DDU-GKY). Pemimpin Oposisi Kongres Mukul Sangma juga menuduh adanya korupsi di departemen kekuasaan, khususnya dalam implementasi skema Saubhagya. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp