Layanan Berita Ekspres
PATNA: Keamanan di sekitar Kaal Chakra maidan di distrik Gaya Bihar tempat pemimpin agama Buddha Dalai Lama akan menyampaikan khotbahnya selama tiga hari telah diperketat setelah badan intelijen memberi tahu polisi setempat tentang dugaan aktivitas seorang wanita Tiongkok.
Inspektur Senior Polisi (SSP) Gaya Harpreet Kaur mengatakan kepada media bahwa polisi setempat telah menerima masukan intelijen tentang dugaan aktivitas seorang warga negara Tiongkok yang tinggal di Gaya dan wilayah lain di negara bagian itu selama setahun terakhir.
“Keamanan ditingkatkan berdasarkan masukan intelijen,” katanya. Kaur yang baru saja naik pangkat menjadi Wakil Inspektur Jenderal (DIG), tak menutup kemungkinan warga China tersebut merupakan mata-mata negara tersebut.
“Dia tidak dapat dilacak dan tidak ada informasi tentang dia di divisi luar negeri di sini,” ungkap SSP. Sketsa tersangka mata-mata Tiongkok dirilis oleh otoritas distrik dan diedarkan di media sosial pada hari Rabu, mendesak penduduk setempat serta personel polisi untuk memberikan informasi tentangnya.
Menurut sumber terpercaya, kali ini akan ada keamanan empat lapis untuk Dalai Lama. ‘Kaal Chakra Puja’ dilakukan setelah jeda dua tahun karena pandemi Covid19. Jadi jumlah wisman yang berkunjung ke Gaya kali ini meningkat banyak,” kata seorang pejabat senior.
Sekitar 30.000 hingga 40.000 wisatawan asing diperkirakan akan menghadiri program keagamaan tersebut. ‘Kaal Chakra Puja’, yang dimulai pada 29 Desember, akan berakhir hampir sebulan lagi. Dalai Lama seharusnya menyampaikan khotbahnya di maidan ‘Kaal Chakra’ dari tanggal 29 hingga 31 Desember pada waktu tertentu setiap hari.
Sejauh ini, terdapat 11 wisatawan asing yang positif terinfeksi Covid19. Pemerintah daerah telah mewajibkan tes RT-PCR bagi wisatawan asing dan juga menambah pusat tes untuk tujuan tersebut. Hakim Distrik Gaya Thiyagarajan SM mengatakan, setiap jamaah yang ingin bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet tersebut harus menjalani tes RT-PCR dan baru diperbolehkan setelah laporannya negatif.
Pemerintah distrik telah membentuk tim medis khusus yang akan tersedia di biara Tibet.
PATNA: Keamanan di sekitar Kaal Chakra maidan di distrik Gaya Bihar tempat pemimpin agama Buddha Dalai Lama akan menyampaikan khotbahnya selama tiga hari telah diperketat setelah badan intelijen memberi tahu polisi setempat tentang dugaan aktivitas seorang wanita Tiongkok. Inspektur Senior Polisi (SSP) Gaya Harpreet Kaur mengatakan kepada media bahwa polisi setempat telah menerima masukan intelijen tentang dugaan aktivitas seorang warga negara Tiongkok yang tinggal di Gaya dan wilayah lain di negara bagian itu selama setahun terakhir. “Keamanan ditingkatkan berdasarkan masukan intelijen,” katanya. Kaur yang baru saja dipromosikan menjadi Wakil Inspektur Jenderal (DIG), tak menutup kemungkinan warga China tersebut merupakan mata-mata negara tersebut.googletag.cmd.push(function() googletag.display (‘div -gpt-ad-8052921-2’); ); “Dia tidak dapat dilacak dan tidak ada informasi tentang dia di divisi luar negeri di sini,” ungkap SSP. Sketsa tersangka mata-mata Tiongkok dirilis oleh otoritas distrik dan diedarkan di media sosial pada hari Rabu, mendesak penduduk setempat serta personel polisi untuk memberikan informasi tentangnya. Menurut sumber terpercaya, kali ini akan ada keamanan empat lapis untuk Dalai Lama. ‘Kaal Chakra Puja’ dilakukan setelah jeda dua tahun karena pandemi Covid19. Jadi jumlah wisman yang berkunjung ke Gaya kali ini meningkat banyak,” kata seorang perwira senior. Sekitar 30.000 hingga 40.000 wisatawan asing diperkirakan akan menghadiri program keagamaan tersebut. ‘Kaal Chakra Puja’, yang dimulai pada 29 Desember, akan berakhir hampir sebulan lagi. Dalai Lama seharusnya menyampaikan khotbahnya di maidan ‘Kaal Chakra’ dari tanggal 29 hingga 31 Desember pada waktu tertentu setiap hari. Sejauh ini, terdapat 11 wisatawan asing yang positif terinfeksi Covid19. Pemerintah daerah telah mewajibkan tes RT-PCR bagi wisatawan asing dan juga menambah pusat tes untuk tujuan tersebut. Hakim Distrik Gaya Thiyagarajan SM mengatakan, setiap jamaah yang ingin bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet tersebut harus menjalani tes RT-PCR dan baru diperbolehkan setelah laporannya negatif. Pemerintah distrik telah membentuk tim medis khusus yang akan tersedia di biara Tibet.