BHOPAL: Seorang gadis berusia lima tahun menderita patah tulang setelah seorang guru yang mengambil kelas privat di Bhopal diduga memutar tangannya karena tidak mengeja kata ‘parrot’ dengan benar, kata polisi pada hari Kamis.
Insiden itu terjadi pada hari Selasa setelah guru berusia 22 tahun itu ditangkap, kata mereka.
Terdakwa, Prayag Vishwakarma, diduga memelintir tangan gadis kecil itu dan juga menamparnya setelah dia gagal mengeja kata ‘burung beo’, kata inspektur kantor polisi Habibganj Manish Raj Singh Bhadauriya.
Tutor itu memelintir tangan gadis itu dengan sangat parah hingga patah, tambahnya.
Archana Sahai, direktur LSM Childline yang bekerja untuk anak-anak yang membutuhkan, mengatakan kepada PTI bahwa gadis tersebut menderita patah tulang parah di tangan kanannya.
Gadis itu dirawat di rumah sakit setelah kejadian tersebut dan kemungkinan akan dipulangkan pada hari Kamis, tambahnya.
Inspektur Bhadauriya mengatakan terdakwa didakwa melakukan penyerangan terhadap anak tersebut berdasarkan pasal yang relevan dalam KUHP India dan Undang-Undang Peradilan Remaja (Perawatan dan Perlindungan Anak).
“Kami menangkapnya pada Selasa setelah ada pengaduan dari keluarga korban,” tambahnya.
Orang tua gadis tersebut menyewa guru yang tinggal di dekat rumah mereka di Habibganj untuk mempersiapkan anak tersebut menghadapi ujian masuk sekolah, kata polisi.
Anak tersebut biasanya pergi ke rumah guru untuk mengikuti pelajaran, tambah mereka.
BHOPAL: Seorang gadis berusia lima tahun menderita patah tulang setelah seorang guru yang mengambil kelas privat di Bhopal diduga memutar tangannya karena tidak mengeja kata ‘parrot’ dengan benar, kata polisi pada hari Kamis. Insiden itu terjadi pada hari Selasa setelah guru berusia 22 tahun itu ditangkap, kata mereka. Terdakwa, Prayag Vishwakarma, diduga memelintir tangan gadis kecil itu dan juga menamparnya setelah dia gagal mengeja kata ‘burung beo’, kata inspektur kantor polisi Habibganj Manish Raj Singh Bhadauriya.googletag.cmd.push(function () googletag.display (‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Tutor itu memelintir tangan gadis itu dengan sangat parah hingga patah, tambahnya. Archana Sahai, direktur LSM Childline yang bekerja untuk anak-anak yang membutuhkan, mengatakan kepada PTI bahwa gadis tersebut menderita patah tulang parah di tangan kanannya. Gadis itu dirawat di rumah sakit setelah kejadian tersebut dan kemungkinan akan dipulangkan pada hari Kamis, tambahnya. Inspektur Bhadauriya mengatakan terdakwa didakwa melakukan penyerangan terhadap anak tersebut berdasarkan pasal yang relevan dalam KUHP India dan Undang-Undang Peradilan Remaja (Perawatan dan Perlindungan Anak). “Kami menangkapnya pada Selasa setelah ada pengaduan dari keluarga korban,” tambahnya. Orang tua gadis tersebut menyewa guru yang tinggal di dekat rumah mereka di Habibganj untuk mempersiapkan anak tersebut menghadapi ujian masuk sekolah, kata polisi. Anak tersebut biasanya pergi ke rumah guru untuk mengikuti pelajaran, tambah mereka.