Layanan Berita Ekspres
RANCHI: Dalam terobosan besar di bidang kesehatan mental, Central Institute of Psychiatry (CIP) dan Birla Institute of Technology (BIT)-Mesra di Ranchi telah mengembangkan teknik yang dapat membantu menentukan apakah seseorang menderita depresi.
Itu disebut Sistem Deteksi Depresi Hibrid, kata Dr Nishant Goyal, Asisten Profesor di CIP, yang terlibat dalam proyek ini bersama dengan Dr Shalini Mahto dan Dr Sanchita Paul dari BIT-Mesra. Tim mereka mengajukan paten atas inovasi tersebut, yang diberikan pada 13 Agustus.
“Kami telah mengembangkan teknik untuk mendeteksi depresi dimana aktivitas listrik (gelombang) otak ditangkap dan diubah menjadi algoritma berdasarkan pembelajaran mesin. Jika teknologi ini dipasang pada perangkat yang dapat dipakai seperti topi atau topi pintar, orang yang memakainya bisa mendapatkan masukan apakah dia memiliki gejala depresi atau tidak,” kata Dr Goyal.
Berdasarkan temuan alat tersebut, seseorang dapat mencari pertolongan ke psikiater sebelum kondisinya memburuk, tambahnya.
Menurut Dr Goyal, terdapat berbagai peralatan untuk mengetahui penyakit pada tubuh manusia, namun belum ada alat yang dapat mendeteksi kondisi kejiwaan seseorang.
“Kami mengumpulkan data dari beberapa pasien dan menganalisisnya dengan bantuan kecerdasan buatan,” tambahnya. Meski proyeknya dimulai lima tahun lalu, namun butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan bagian analisisnya, ujarnya.
“Ada sistem yang disebut Electro Encephalogram (EEG), di mana kami merekam gelombang otak melalui enam saluran yang terletak di dalamnya dan menerapkan teknik pembelajaran mesin yang berkaitan dengan ilmu komputer sehingga dapat dideteksi apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. ,” kata Mahto, yang saat ini bekerja di Amity University dan menyerahkan tesisnya ke BIT-Mesra.
Berdasarkan teknik ini, sebuah alat dapat disiapkan yang akan mengingatkan seseorang bahwa dia mungkin mengalami depresi sehingga dia dapat mencari bantuan tepat waktu, tambahnya.
Teknologi inovatif mendapat hak paten
Meskipun teknik ini sudah siap, teknik ini hanya dapat diubah menjadi sebuah perangkat jika ada perusahaan yang mau maju dan menunjukkan minat, kata Dr Nish-ant Goyal, asisten profesor di Central Institute of Psychiatry, yang sedang menguji teknik ini bersama Dr Shalini Mahto dan Dr. Dr Sanchita Paul dari BIT-Mesra. Mereka menerima paten atas inovasinya pada 13 Agustus.
RANCHI: Dalam terobosan besar di bidang kesehatan mental, Central Institute of Psychiatry (CIP) dan Birla Institute of Technology (BIT)-Mesra di Ranchi telah mengembangkan teknik yang dapat membantu menentukan apakah seseorang menderita depresi. Itu disebut Sistem Deteksi Depresi Hibrid, kata Dr Nishant Goyal, Asisten Profesor di CIP, yang terlibat dalam proyek ini bersama dengan Dr Shalini Mahto dan Dr Sanchita Paul dari BIT-Mesra. Tim mereka mengajukan paten atas inovasi tersebut, yang diberikan pada 13 Agustus. “Kami telah mengembangkan teknik untuk mendeteksi depresi dimana aktivitas listrik (gelombang) otak ditangkap dan diubah menjadi algoritma berdasarkan pembelajaran mesin. Jika teknologi ini dipasang pada perangkat yang dapat dipakai seperti topi atau topi pintar, orang yang memakainya bisa mendapatkan masukan apakah dia memiliki gejala depresi atau tidak,” kata Dr Goyal. googletag.cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Berdasarkan temuan alat tersebut, seseorang dapat mencari pertolongan ke psikiater sebelum kondisinya memburuk, tambahnya. Menurut Dr Goyal, terdapat berbagai peralatan untuk mengetahui penyakit pada tubuh manusia, namun belum ada alat yang dapat mendeteksi kondisi kejiwaan seseorang. “Kami mengumpulkan data dari beberapa pasien dan menganalisisnya dengan bantuan kecerdasan buatan,” tambahnya. Meski proyeknya dimulai lima tahun lalu, namun butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan bagian analisisnya, ujarnya. “Ada sistem yang disebut Electro Encephalogram (EEG), di mana kami merekam gelombang otak melalui enam saluran yang terletak di dalamnya dan menerapkan teknik pembelajaran mesin yang berkaitan dengan ilmu komputer sehingga dapat dideteksi apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. ,” kata Mahto, yang saat ini bekerja di Amity University dan menyerahkan tesisnya ke BIT-Mesra. Berdasarkan teknik ini, sebuah alat dapat disiapkan yang akan mengingatkan seseorang bahwa dia mungkin mengalami depresi sehingga dia dapat mencari bantuan tepat waktu, tambahnya. Teknologi perintis mendapat paten Meskipun tekniknya sudah siap, teknik ini hanya dapat diubah menjadi sebuah perangkat jika ada perusahaan yang mau maju dan menunjukkan minat, kata Dr Nish-ant Goyal, asisten profesor di Central Institute of Psychiatry, yang bersama-sama memelopori teknik ini. dengan Dr Shalini Mahto dan Dr Sanchita Paul dari BIT-Mesra. Mereka menerima paten atas inovasinya pada 13 Agustus.