Layanan Berita Ekspres
LUCKNOW: Sebanyak 21 ekor rusa, termasuk 20 Cheetal (rusa tutul) dan seekor Chinkara, diduga dibunuh oleh sekawanan anjing liar di Rumah Anand Kanan Birla di kawasan Chhatnag Prayagraj pada Senin malam.
Setelah kejadian tersebut diteliti selama dua hari, otoritas kehutanan melakukan autopsi terhadap hewan tersebut dan baru mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada awak media pada Rabu pagi.
Sementara sebuah kasus berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar telah didaftarkan terhadap perusahaan swasta – Universal Cable Company Limited – yang merawat hewan-hewan tersebut, tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan dan penjaga rusa, telah ditangkap oleh pejabat dari satwa liar tersebut. departemen kehutanan ditahan. Kamis untuk dimintai keterangan
sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan rusa.
Menurut sumber setempat, rusa-rusa itu dipelihara di wisma Birla House seluas 70 hektar di tepi sungai Gangga. Pada tahun 1988, Rumah Birla mendapat izin untuk memelihara rusa dari Departemen Kehutanan. Namun Universal Cable Company Limited telah dipercaya untuk merawat rusa di wisma tersebut.
Investigasi awal yang dilakukan oleh pejabat Kehutanan menunjukkan dugaan sikap lemah perusahaan swasta yang menyebabkan insiden tersebut, kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa perusahaan tersebut juga telah menerima pemberitahuan.
Meski tidak jelas bagaimana kawanan anjing pemburu bintang itu sampai ke tempat pemeliharaan rusa, diduga dua lubang pembuangan kecil bisa menjadi pintu masuk anjing-anjing tersebut. Meski demikian, pihak penyidik tidak menutup kemungkinan adanya anjing yang melintasi tembok perbatasan dengan cara melompatinya
mencapai hutan belantara rusa.
Menurut Petugas Hutan Distrik (DFO) Prayagraj Mahaveer Kaujalgi, tiga orang – Awadesh Kumar (petugas keamanan), Lal Chandra Yadav (penjaga rusa) dan Jung Bahadur (penjaga keamanan) – ditahan oleh petugas kehutanan untuk diinterogasi.
DFO juga menambahkan bahwa departemen kehutanan telah mengajukan kasus terhadap empat orang, termasuk manajer, petugas keamanan, penjaga rusa dan penjaga keamanan dari perusahaan swasta – universal cable company limited – yang bertanggung jawab atas perawatan rusa berdasarkan pasal 9 Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar.
LUCKNOW: Sebanyak 21 ekor rusa, termasuk 20 Cheetal (rusa tutul) dan seekor Chinkara, diduga dibunuh oleh sekawanan anjing liar di Rumah Anand Kanan Birla di kawasan Chhatnag Prayagraj pada Senin malam. Setelah kejadian tersebut diteliti selama dua hari, otoritas kehutanan melakukan autopsi terhadap hewan tersebut dan baru mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada awak media pada Rabu pagi. Sementara sebuah kasus berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar telah didaftarkan terhadap perusahaan swasta – Universal Cable Company Limited – yang merawat hewan-hewan tersebut, tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan dan penjaga rusa, telah ditangkap oleh pejabat dari satwa liar tersebut. departemen kehutanan ditahan. Kamis untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan rusa.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Menurut sumber setempat, rusa-rusa itu dipelihara di wisma Birla House seluas 70 hektar di tepi sungai Gangga. Pada tahun 1988, Rumah Birla mendapat izin beternak rusa dari Departemen Kehutanan. Namun Universal Cable Company Limited telah dipercaya untuk merawat rusa di wisma tersebut. Investigasi awal yang dilakukan oleh pejabat Kehutanan menunjukkan dugaan sikap lemah perusahaan swasta yang menyebabkan insiden tersebut, kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa perusahaan tersebut juga telah menerima pemberitahuan. Meski tidak jelas bagaimana kawanan anjing pemburu bintang itu sampai ke tempat pemeliharaan rusa, diduga dua lubang pembuangan kecil bisa menjadi pintu masuk anjing-anjing tersebut. Meski demikian, pihak penyidik tidak menutup kemungkinan adanya anjing yang melintasi tembok perbatasan dengan melompatinya hingga mencapai belantara rusa. Menurut Petugas Hutan Distrik (DFO) Prayagraj Mahaveer Kaujalgi, tiga orang – Awadesh Kumar (petugas keamanan), Lal Chandra Yadav (penjaga rusa) dan Jung Bahadur (penjaga keamanan) – ditahan oleh petugas kehutanan untuk diinterogasi. DFO juga menambahkan bahwa departemen kehutanan telah mengajukan kasus terhadap empat orang, termasuk manajer, petugas keamanan, penjaga rusa dan penjaga keamanan dari perusahaan swasta – universal cable company limited – yang bertanggung jawab atas perawatan rusa berdasarkan pasal 9 Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar.