Oleh PTI

KOLKATA: Ketua Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee pada hari Kamis mengatakan ada “diskriminasi” di negara bagian tersebut antara petugas IPS dan Kepolisian Benggala Barat (WBPS) dan kesetaraan harus dipastikan di antara mereka.

Berbicara pada upacara penghargaan Kepolisian Kolkata, Banerjee juga menyesalkan kurangnya orang dari negara bagian yang memasuki Layanan Kepolisian India (IPS).

“Petugas IAS dan IPS mendapatkan segalanya selama diangkat. Petugas WBCS (Pegawai Negeri Sipil Benggala Barat) juga punya asosiasi untuk mengurus permasalahannya. Tapi, petugas WBPS tidak punya hal seperti itu. Banyak diskriminasi di dalam dinas kepolisian negara bagian,” katanya.

“Kalau petugas IPS mendapat tunjangan Rp 2.000, maka polisi negara mendapat Rp 200. Saya sudah melakukan ini untuk petugas WBPS, tapi untuk petugas WBPS belum ada tindakan. Saya ingin itu perlu dibenahi. Hari ini saya Telah mengirim makalah ke Sekretaris Utama, Sekretaris Dalam Negeri dan Departemen Keuangan,” tambahnya.

Banerjee berharap lebih banyak orang dari negara bagian yang memenuhi syarat menjadi petugas IPS.

“Di mana petugas IPS dari tanah Benggala? Terakhir kali kita punya yang dari Benggala adalah Javed (Shamim),” ujarnya.

Ketua Menteri mengatakan pemerintah negara bagian baru-baru ini memutuskan untuk menunjuk masing-masing 200 petugas WBCS dan WBPS.

Banerjee juga menekankan perlunya memiliki lebih banyak perempuan di kepolisian negara bagian, yang dapat ditugaskan ke berbagai departemen untuk menangani kejahatan.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

SDY Prize