Oleh PTI

MUMBAI: Menteri Kesehatan Maharashtra Rajesh Tope pada hari Kamis mengatakan lembaga pemasaran dari empat perusahaan vaksin menanggapi tender global negara bagian tersebut untuk pengadaan suntikan COVID-19, tetapi informasi yang diberikan oleh mereka tidak cukup dan pemerintah memerlukan rincian lebih lanjut.

Pemerintah Maharashtra telah meluncurkan tender global untuk pengadaan vaksin COVID-19 guna mengatasi kekurangan vaksin.

Berbicara kepada wartawan di sini, Tope mengatakan “Pfizer, Johnson & Johnson, Sputnik dan AstraZeneca telah mengajukan tender mereka melalui agen pemasaran mereka.

“Beberapa perusahaan belum mengisi tarifnya, sementara beberapa perusahaan belum menjelaskan apa jadwal (penawaran) yang akan dilakukan. Makanya mereka ditanyai (mengenai masalah ini).”

Pfizer telah mengatakan kepada beberapa negara bagian seperti Punjab bahwa mereka tidak akan memasok vaksin ke negara bagian tersebut tetapi akan memberikannya ke pusat vaksinasi.

Sejauh menyangkut impor, Pusat sejauh ini hanya mengizinkan Covishield, Covaxin, dan Sputnik.

Apakah Pusat akan memberikan izin kepada Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson merupakan masalah yang berada di bawah yurisdiksi Pusat tersebut.

Tope menegaskan kembali permintaannya atas intervensi pemerintah Uni untuk membeli vaksin dari pasar internasional.

“Harus ada kebijakan nasional yang tepat mengenai impor vaksin. Saya ingin menyampaikan permintaan ini kepada Harsh Vardhan (Menteri Kesehatan Union),” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan, Tope merinci rincian tarif berbeda yang disediakan oleh beberapa agen pemasaran. Tarif Sputnik dikutip dalam kisaran USD 10 dan USD 18. Tarif Pfizer ditawarkan antara USD 23 dan 25. Kalau rupee kisaran harganya Rp 750-Rp 1.800,” ujarnya.

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

sbobet mobile