Layanan Berita Ekspres
LUCKNOW: Mengaitkan kekalahan benteng partai Rampur dan Azamgarh dengan penyalahgunaan mesin pemerintah oleh BJP, ketua Partai Samajwadi Akhilesh Yadav menuduh bahwa partai yang berkuasa melakukan konspirasi untuk mempengaruhi pemilih. Saat mengeluarkan pernyataan di sini, Minggu, Ketua SP mengatakan nafsu kekuasaan BJP telah menghancurkan seluruh nilai demokrasi di negara bagian tersebut.
“Partai berjuang dalam pemilu sela di Azamgarh dan Rampur dengan baik dan para pemilih juga cenderung ke arah SP, namun BJP yang berkuasa menggunakan semua trik kotornya untuk mendapatkan suara yang menguntungkannya. Para pemilih dilecehkan dan diintimidasi. Karena putus asa untuk menang, BJP turun ke level terendah dan menahan pekerja SP di kantor polisi,” tegas Akhilesh. Mengutip kasus-kasus tertentu, ketua SP mengklaim bahwa di Rampur, hanya enam suara yang diperoleh dari kursi yang didominasi Muslim dengan 900 suara. “Bukankah ini merupakan olok-olok terhadap pelaksanaan demokrasi seperti pemilu,” tanyanya.
Penyalahgunaan kekuasaan secara terang-terangan untuk mendobrak seluruh nilai-nilai demokrasi serta KPU yang berperilaku seperti Dhritrashtra dan BJP seperti Korawa bersama-sama membajak amanah rakyat, ujarnya dengan analogi Mahabharata. Itu adalah penghinaan terhadap demokrasi dan mandat rakyat, katanya. Sementara itu, calon dari partai Dharmendra Yadav di Azamgarh mengucapkan terima kasih kepada pimpinan SP dan masyarakat daerah pemilihan yang telah mendukungnya.
“Kita tidak boleh terdemoralisasi dengan hasil ini, karena para senior partai menaruh harapan mereka pada para pemain muda. Saya meminta maaf kepada semua pemimpin senior karena tidak mampu memenangkan pemilu dan memenuhi harapan mereka. Saya berterima kasih kepada semua orang yang memilih SP dan tetap percaya pada partai,” kata Dharmendra.
Di sisi lain, di Rampur, veteran SP Azam Khan, yang memimpin kampanye partai, mengatakan kemenangan kandidat partai Asim Raja berubah menjadi kekalahan oleh kekuatan yang ada. Ia juga mencontohkan enam suara yang diperoleh di sebuah TPS dengan 900 suara di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. “Pemilu tidak diadakan seperti ini,” katanya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
LUCKNOW: Mengaitkan kekalahan benteng partai Rampur dan Azamgarh dengan penyalahgunaan mesin pemerintah oleh BJP, ketua Partai Samajwadi Akhilesh Yadav menuduh bahwa partai yang berkuasa melakukan konspirasi untuk mempengaruhi pemilih. Saat mengeluarkan pernyataan di sini, Minggu, Ketua SP mengatakan nafsu kekuasaan BJP telah menghancurkan seluruh nilai demokrasi di negara bagian tersebut. “Partai memperjuangkan pemilu sela dengan baik di Azamgarh dan Rampur dan para pemilih juga cenderung ke arah SP, namun BJP yang berkuasa menggunakan semua trik kotornya untuk mendapatkan suara yang menguntungkannya. Para pemilih dilecehkan dan diintimidasi. Karena putus asa untuk menang, BJP turun ke level terendah dan menahan pekerja SP di kantor polisi,” tegas Akhilesh. Mengutip kasus-kasus tertentu, ketua SP mengklaim bahwa di Rampur, hanya enam suara yang diperoleh dari kursi yang didominasi Muslim dengan 900 suara. “Bukankah ini merupakan olok-olok terhadap pelaksanaan demokrasi seperti pemilu,” tanyanya. Penyalahgunaan kekuasaan secara terang-terangan untuk menghancurkan seluruh nilai-nilai demokrasi, serta KPU yang berperilaku seperti Dhritrashtra dan BJP seperti Korawa bersama-sama membajak amanah rakyat, ujarnya, menganalogikan Mahabharata. Itu adalah penghinaan terhadap demokrasi dan mandat rakyat, katanya. Sementara itu, calon dari partai Dharmendra Yadav, di Azamgarh, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan SP dan masyarakat daerah pemilihan yang telah mendukungnya.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921- 2’) ; ); “Kita tidak boleh terdemoralisasi dengan hasil ini, karena para senior partai menaruh harapan mereka pada para pemain muda. Saya meminta maaf kepada semua pemimpin senior karena tidak mampu memenangkan pemilu dan memenuhi harapan mereka. Saya berterima kasih kepada semua orang yang memilih SP dan tetap percaya pada partai,” kata Dharmendra. Di sisi lain, di Rampur, veteran SP Azam Khan, yang memimpin kampanye partai, mengatakan kemenangan kandidat partai Asim Raja berubah menjadi kekalahan oleh kekuatan yang ada. Ia juga mencontohkan enam suara yang diperoleh di sebuah TPS dengan 900 suara di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. “Pemilu tidak diadakan seperti ini,” katanya. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp