Layanan Berita Ekspres
DEHRADUN: Badan Wakaf Uttarakhand pada hari Kamis mengumumkan pengenalan silabus NCERT dan seragam sekolah modern sebagai pengganti piyama kurta tradisional, di madrasah yang dikelolanya mulai tahun ajaran depan. Namun, para ulama mengkritik perubahan radikal dalam berpakaian, dan menyebutnya sebagai serangan terhadap budaya pendidikan madrasah.
“Silabus NCERT dan aturan berpakaian akan diterapkan di madrasah di bawah Dewan Wakaf di Uttarakhand mulai sesi akademik berikutnya,” Ketua Dewan Wakaf Shadab Shams mengatakan kepada surat kabar ini. “Awalnya tujuh dari 103 madrasah yang dikelola Badan Wakaf Uttarakhand akan dikelola sebagai sekolah modern. Anak-anak yang beragama lain juga bisa bergabung,” ujarnya.
Pada tahap pertama, dua madrasah masing-masing di Dehradun, Udham Singh Nagar dan Haridwar serta satu di distrik Nainital dipilih untuk renovasi. Sistem baru ini akan diperluas ke madrasah lain di seluruh wilayah.
“Dipastikan budaya lungi, tehmat, atau kurta-piyama di madrasah tidak akan berhasil di masa depan,” imbuhnya. Namun, kota Qazi Maulana Mohammad Ahmed Qasmi bertanya-tanya: “Apakah kurta-piyama merupakan pakaian yang buruk? Gaunnya bersih dan sopan.”
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
DEHRADUN: Badan Wakaf Uttarakhand pada hari Kamis mengumumkan pengenalan silabus NCERT dan seragam sekolah modern sebagai pengganti piyama kurta tradisional, di madrasah yang dikelolanya mulai tahun ajaran depan. Namun, para ulama mengkritik perubahan radikal dalam berpakaian, dan menyebutnya sebagai serangan terhadap budaya pendidikan madrasah. “Silabus NCERT dan aturan berpakaian akan diterapkan di madrasah di bawah Dewan Wakaf di Uttarakhand mulai sesi akademik berikutnya,” Ketua Dewan Wakaf Shadab Shams mengatakan kepada surat kabar ini. “Awalnya tujuh dari 103 madrasah yang dikelola Badan Wakaf Uttarakhand akan dikelola sebagai sekolah modern. Anak-anak yang beragama lain juga bisa bergabung,” ujarnya. Pada tahap pertama, dua madrasah masing-masing di Dehradun, Udham Singh Nagar dan Haridwar serta satu di distrik Nainital dipilih untuk renovasi. Sistem baru ini akan diperluas ke madrasah lain di seluruh wilayah. “Dipastikan budaya lungi, tehmat, atau kurta-piyama di madrasah tidak akan berhasil di masa depan,” imbuhnya. Namun, kota Qazi Maulana Mohammad Ahmed Qasmi bertanya-tanya: “Apakah kurta-piyama merupakan pakaian yang buruk? Gaunnya bersih dan sopan.” googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Ikuti Saluran Indian Express Baru di WhatsApp