KOLKATA: Jumlah pemilih di 30 kursi majelis yang mengikuti pemungutan suara selama tahap pertama pemilu Benggala Barat adalah 84,13 persen, menurut laporan Komisi Pemilihan Umum yang diperbarui.
Pemungutan suara tersebut “sebagian besar berlangsung damai”, terlepas dari beberapa insiden kekerasan sporadis, kata seorang pejabat Komisi Eropa pada hari Minggu.
Dari 30 kursi yang masuk ke tempat pemungutan suara pada hari Sabtu, sembilan kursi berada di Purulia, masing-masing empat kursi di Bankura dan Jhargram, enam kursi di Paschim Medinipur, dan tujuh kursi di distrik Purba Medinipur.
Persentase suara tertinggi yakni 86,32 persen tercatat di distrik Purba Medinipur, disusul Jhargram (84,74 persen), Paschim Medinipur (84,71 persen), Bankura (84,27 persen) dan Purulia (81,77 persen).
“Ini adalah data perkiraan. Kami sedang mengerjakannya dan angka finalnya akan segera dirilis,” kata pejabat tersebut kepada PTI.
Hingga Sabtu pukul 17.00, kotak suara sudah tercatat sebanyak 79,79 persen.
Pemungutan suara dimulai pada pukul 07:00 dan berakhir pada pukul 18:30, dengan waktu diperpanjang satu jam tiga puluh menit untuk memastikan protokol COVID dipatuhi.
Insiden kekerasan sporadis dilaporkan terjadi di berbagai tempat pemungutan suara pada fase pertama pemilihan dewan negara bagian, kata pejabat Komisi Eropa.
Pemungutan suara diadakan di 30 kursi – beberapa di antaranya merupakan bagian dari wilayah Jangalmahal yang pernah dilanda Naxal – di tengah keamanan yang ketat dan kepatuhan yang ketat terhadap pedoman COVID-19, katanya.
Sedikitnya 10 orang diamankan karena diduga terlibat dalam insiden kekerasan yang terjadi di berbagai tempat pada pemungutan suara tahap pertama.
TMC yang berkuasa dan oposisi BJP terlibat dalam persaingan ketat dalam pemilihan negara bagian.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
KOLKATA: Jumlah pemilih di 30 kursi majelis yang mengikuti pemungutan suara selama tahap pertama pemilu Benggala Barat adalah 84,13 persen, menurut laporan Komisi Pemilihan Umum yang diperbarui. Pemungutan suara tersebut “sebagian besar berlangsung damai”, terlepas dari beberapa insiden kekerasan sporadis, kata seorang pejabat Komisi Eropa pada hari Minggu. Dari 30 kursi yang masuk ke tempat pemungutan suara pada hari Sabtu, sembilan kursi berada di Purulia, masing-masing empat kursi di Bankura dan Jhargram, enam kursi di Paschim Medinipur, dan tujuh kursi di distrik Purba Medinipur. Persentase suara tertinggi yakni 86,32 persen tercatat di distrik Purba Medinipur, diikuti oleh Jhargram (84,74 persen), Paschim Medinipur (84,71 persen), Bankura (84,27 persen) dan Purulia (81,77 persen) .googletag.cmd.push ( fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Ini adalah data perkiraan. Kami sedang mengerjakannya dan angka finalnya akan segera dirilis,” kata pejabat tersebut kepada PTI. Hingga Sabtu pukul 17.00, kotak suara sudah tercatat sebanyak 79,79 persen. Pemungutan suara dimulai pada pukul 07:00 dan berakhir pada pukul 18:30, dengan waktu diperpanjang satu jam tiga puluh menit untuk memastikan protokol COVID dipatuhi. Insiden kekerasan sporadis dilaporkan terjadi di berbagai tempat pemungutan suara pada fase pertama pemilihan dewan negara bagian, kata pejabat Komisi Eropa. Pemungutan suara diadakan di 30 kursi – beberapa di antaranya merupakan bagian dari wilayah Jangalmahal yang pernah dilanda Naxal – di tengah keamanan yang ketat dan kepatuhan yang ketat terhadap pedoman COVID-19, katanya. Sedikitnya 10 orang diamankan karena diduga terlibat dalam insiden kekerasan yang terjadi di berbagai tempat pada pemungutan suara tahap pertama. TMC yang berkuasa dan oposisi BJP terlibat dalam persaingan ketat dalam pemilihan negara bagian. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp