Layanan Berita Ekspres

GUWAHATI: Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma pada hari Minggu mengatakan banjir di Silchar adalah bencana yang disebabkan oleh manusia, meskipun dia mengakui bahwa tidak semua masyarakat miskin dapat dijangkau dengan bahan bantuan.

“Itu adalah bencana buatan manusia di Silchar. Jika tanggul di Betukandi tidak jebol, hal ini tidak akan terjadi,” kata Sarma kepada wartawan setelah mengunjungi kota selatan Assam pada hari Minggu.

Dia menaiki perahu karet Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) dan berjalan melewati jalan-jalan yang banjir untuk menilai situasi. Sekitar seminggu kemudian, air banjir mulai surut. Tingginya mencapai 12 kaki di beberapa daerah.

“Ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua. Kalau nanti ada banjir, sebaiknya kita kerahkan polisi ke tanggul agar tidak ada yang bisa menerobosnya,” kata Sarma.

Dia mengatakan dia telah menginstruksikan petugas untuk mendaftarkan kasus ini ke polisi. Pelanggaran tanggul akan diselidiki dan pelakunya akan diadili. Jika ada penyimpangan, di pihak pejabat juga akan diselidiki, ia memperingatkan.

CM mengatakan Otoritas Penanggulangan Bencana Distrik Cachar telah mengeluarkan peringatan namun banyak warga tidak menganggapnya serius karena kota tersebut belum pernah mengalami banjir seperti itu.

Dia mengatakan bahwa dia telah menyampaikan instruksi kepada para pejabat dan lembaga, yang terlibat dalam distribusi bantuan, untuk memaksimalkan jangkauan mereka guna memastikan bahwa semua yang terkena dampak dapat dilayani. Kota ini memiliki populasi 1,5 lakh.

“Kami akan membantu masyarakat sebanyak yang kami bisa. Setelah pulang, saya akan lihat apakah kami bisa mengirim sayuran ke kota dari Guwahati,” kata Sarma.

Tidak ada persediaan air. Permasalahan terbesar yang dialami warga adalah kurangnya air minum. Banyak dari mereka bertahan hidup di air banjir. Mereka memasaknya dan meminumnya.

Internet mati selama beberapa hari. Sarma mengatakan peralatan dari beberapa penyedia layanan internet dibawa bersama dengan pesawat khusus di bawah pengawasan dan koordinasi pribadinya. Dia mengatakan 10 insinyur dari Assam Power Distribution Company Limited didatangkan untuk memulihkan layanan listrik.

“Banyak distrik lain yang mengalami banjir, tapi kami telah mendatangkan petugas dari sana untuk menangani situasi di Silchar. Kami melakukan semua yang kami bisa,” kata Sarma.

Sementara itu, banjir parah terjadi di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Kanker Cachar. Wilayah ini sebagian besar terkena dampak genangan air, pemadaman listrik skala besar, hilangnya jaringan listrik, serta krisis pangan dan air minum.

Hingga Sabtu, 121 orang kehilangan nyawa akibat banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh hujan di Assam. Lebih dari 25 lakh distrik lainnya di 27 dari 35 distrik di negara bagian tersebut masih terkena dampaknya.

LIHAT

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp


togel sdy pools