JAMMU: Anggota baru terpilih dari 10 dewan pembangunan distrik di divisi Jammu mengambil sumpah jabatan pada hari Senin, menandai pembentukan sistem panchayati raj tiga tingkat.
Menurut juru bicara pemerintah, para anggota diambil sumpahnya di kantor pusat distrik masing-masing.
Ke-140 anggota tersebut dipilih dalam pemilu delapan tahap antara 28 November dan 19 Desember, yang merupakan pelaksanaan demokrasi pertama di Jammu dan Kashmir setelah pencabutan status khusus Jammu dan Kashmir berdasarkan Pasal 370 Konstitusi dan pembagiannya menjadi wilayah persatuan pada Agustus tahun lalu.
Penghitungan suara dilakukan pada 22 Desember.
Ada total 20 DDC – masing-masing 10 di Jammu dan Kashmir – di Wilayah Persatuan.
Setiap Dewan Pembangunan Distrik (DDC) memiliki 14 anggota.
Wakil Komisaris Jammu Sarita Chauhan mengucapkan sumpah kepada 14 anggota DDC, termasuk lima perempuan, pada sebuah acara di sini.
Empat orang di antaranya mengucapkan sumpah dalam bahasa Dogri, enam dalam bahasa Hindi, tiga dalam bahasa Inggris, dan satu dalam bahasa Punjabi.
Para anggota DDC ketika berbicara dengan awak media berjanji untuk bekerja demi pengembangan wilayah mereka dengan transparansi maksimal dan melayani masyarakat dengan komitmen dan semangat yang besar.
Upacara pengambilan sumpah serupa juga terjadi di distrik Kathua, Rajouri, Udhampur, Doda, Samba, Kishtwar, Ramban, Reasi dan Poonch.
Saat pengambilan sumpah anggota, Komisioner Pembangunan Distrik Udhampur Piyush Singla berharap proses pembangunan di tingkat akar rumput mendapat dorongan dengan ditetapkannya sistem panchayati raj.
Mengucapkan selamat kepada anggota baru, Komisaris Pembangunan Distrik Reasi Indu Kanwal Chib mengatakan masyarakat mempunyai harapan yang tinggi terhadap lembaga demokrasi dan merupakan tanggung jawab mereka untuk fokus pada isu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ini adalah awal tahun baru dan sebuah langkah menuju penguatan demokrasi di tingkat akar rumput, tambahnya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
JAMMU: Anggota baru terpilih dari 10 dewan pembangunan distrik di divisi Jammu mengambil sumpah jabatan pada hari Senin, menandai pembentukan sistem panchayati raj tiga tingkat. Menurut juru bicara pemerintah, para anggota diambil sumpahnya di kantor pusat distrik masing-masing. Ke-140 anggota tersebut dipilih dalam pemilu delapan tahap antara 28 November dan 19 Desember, yang merupakan pelaksanaan demokrasi pertama di Jammu dan Kashmir setelah pencabutan status khusus Jammu dan Kashmir berdasarkan Pasal 370 Konstitusi dan pembagiannya menjadi wilayah persatuan pada Agustus tahun lalu. googletag.cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Penghitungan suara dilakukan pada 22 Desember. Ada total 20 DDC – masing-masing 10 di Jammu dan Kashmir – di Wilayah Persatuan. Setiap Dewan Pembangunan Distrik (DDC) memiliki 14 anggota. Wakil Komisaris Jammu Sarita Chauhan mengucapkan sumpah kepada 14 anggota DDC, termasuk lima perempuan, pada sebuah acara di sini. Empat orang di antaranya mengucapkan sumpah dalam bahasa Dogri, enam dalam bahasa Hindi, tiga dalam bahasa Inggris, dan satu dalam bahasa Punjabi. Para anggota DDC ketika berbicara dengan awak media berjanji untuk bekerja demi pengembangan wilayah mereka dengan transparansi maksimal dan melayani masyarakat dengan komitmen dan semangat yang besar. Upacara pengambilan sumpah serupa juga terjadi di distrik Kathua, Rajouri, Udhampur, Doda, Samba, Kishtwar, Ramban, Reasi dan Poonch. Saat pengambilan sumpah anggota, Komisioner Pembangunan Distrik Udhampur Piyush Singla berharap proses pembangunan di tingkat akar rumput mendapat dorongan dengan ditetapkannya sistem panchayati raj. Mengucapkan selamat kepada anggota baru, Komisaris Pembangunan Distrik Reasi Indu Kanwal Chib mengatakan masyarakat mempunyai harapan yang tinggi terhadap lembaga demokrasi dan merupakan tanggung jawab mereka untuk fokus pada isu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah awal tahun baru dan sebuah langkah menuju penguatan demokrasi di tingkat akar rumput, tambahnya. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp