NEW DELHI: Menggunakan permainan kata-kata untuk mengecam BJP atas skema Agnipath, pemimpin Kongres Rahul Gandhi pada hari Senin menuduh bahwa Perdana Menteri Narendra Modi adalah ‘daulatveer’ teman-temannya dengan memberi mereka bandara selama 50 tahun sementara memberikan ‘Agniveers’ kepada pemuda dalam empat tahun. membuat. -kontrak tahunan.
Serangan mantan ketua Kongres itu terjadi pada hari ketika para pemimpin dan aktivis partai mengadakan “Satyagraha damai” di semua daerah pemilihan untuk menuntut penarikan diri dari skema perekrutan militer yang baru.
“Perdana Menteri membuat teman-temannya menjadi ‘daulatveer’ (kaya) dengan memberi mereka bandara di negaranya selama 50 tahun dan menjadikan pemuda ‘Agniveers’ dengan kontrak empat tahun,” kata Gandhi dalam tweet dalam bahasa Hindi.
“Partai Kongres melakukan #SatyagrahaForYouth melawan Agnipath di seluruh negeri hari ini. Satyagraha ini tidak akan berhenti sampai generasi muda mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Beberapa negara bagian menyaksikan protes, termasuk kekerasan yang merajalela, setelah skema perekrutan Agnipath untuk angkatan bersenjata diumumkan pada 14 Juni.
Hal ini bertujuan untuk merekrut pemuda dalam kelompok usia 17 setengah hingga 21 tahun selama empat tahun dengan ketentuan untuk mempertahankan 25 persen dari mereka selama 15 tahun berikutnya.
Untuk tahun 2022, batas atas usia diperpanjang menjadi 23 tahun.
Kongres mengadakan satyagraha damai pada tanggal 20 Juni di Jantar Mantar di New Delhi serta di berbagai negara bagian mengenai masalah ini.
Anggota parlemen Kongres juga melakukan demonstrasi damai di Parlemen.
Delegasi pemimpin senior menyampaikan sebuah memorandum kepada Presiden Ram Nath Kovind yang memintanya untuk menarik skema kontroversial tersebut.
Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
NEW DELHI: Menggunakan permainan kata-kata untuk mengecam BJP atas skema Agnipath, pemimpin Kongres Rahul Gandhi pada hari Senin menuduh bahwa Perdana Menteri Narendra Modi adalah ‘daulatveer’ teman-temannya dengan memberi mereka bandara selama 50 tahun sementara memberikan ‘Agniveers’ kepada pemuda dalam empat tahun. membuat. -kontrak tahunan. Serangan mantan ketua Kongres itu terjadi pada hari ketika para pemimpin dan aktivis partai mengadakan “Satyagraha damai” di semua daerah pemilihan untuk menuntut penarikan diri dari skema perekrutan militer yang baru. “PM menjadikan teman-temannya ‘daulatveer’ (kaya) dengan memberi mereka bandara di negara itu selama 50 tahun dan menjadikan pemuda ‘Agniveers’ dengan kontrak empat tahun,” tulis Gandhi dalam bahasa Hindi.googletag.cmd. googletag.display(‘div-) berkata gpt-ad-8052921-2’); ); “Partai Kongres melakukan #SatyagrahaForYouth melawan Agnipath di seluruh negeri hari ini. Satyagraha ini tidak akan berhenti sampai generasi muda mendapatkan keadilan,” ujarnya. Beberapa negara bagian menyaksikan protes, termasuk kekerasan yang merajalela, setelah skema perekrutan Agnipath untuk angkatan bersenjata diumumkan pada 14 Juni. Rencana ini membayangkan perekrutan pemuda dalam kelompok usia 17 setengah hingga 21 tahun selama empat tahun dengan ketentuan untuk mempertahankan 25 persen dari mereka selama 15 tahun berikutnya. Untuk tahun 2022, batas atas usia diperpanjang menjadi 23 tahun. Kongres mengadakan satyagraha damai di Jantar Mantar di New. Delhi serta di berbagai negara bagian mengenai masalah ini pada tanggal 20 Juni. Anggota parlemen Kongres juga melakukan demonstrasi damai di Parlemen. Delegasi pemimpin senior menyerahkan memorandum kepada Presiden Ram Nath Kovind yang memintanya untuk menarik skema kontroversial tersebut. Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp