Layanan Berita Ekspres
Lima distrik di Maharashtra dinyatakan kritis karena tingkat positif Covid-19 yang tinggi. Tingkat positifnya berkisar antara 17 persen dan 21 persen dibandingkan rata-rata negara bagian sebesar 11,06 persen.
Menurut data Departemen Kesehatan Maharashtra, kabupaten kritis dan siaga tinggi tersebut adalah Satara, Sindhudurg, Ratnagiri, Raigad dan Hingoli.
Dalam sepekan terakhir, Satara melaporkan positivity rate sebesar 21,93 persen, sedangkan Sindhudurg melaporkan positivity rate sebesar 21,50 persen. Di Ratnagiri, positivity rate sebesar 19,89 persen, sedangkan Raigad dan Hingoli masing-masing sebesar 18,69 persen dan 17,21 persen.
Rata-rata tingkat positif di Maharashtra awalnya 24,26 persen dari 28 April hingga 5 Mei, namun turun menjadi 22,57 persen pada minggu 5 Mei hingga 11 Mei. Pada 12 Mei hingga 18 Mei, positivity ratenya sebesar 16,08 persen.
Dalam sepekan terakhir antara 19 Mei hingga 25 Mei, positivity rate negara tersebut sebesar 11,06 persen.
Selain kabupaten siaga tinggi dan kritis tersebut, terdapat 18 kabupaten lain yang meliputi Amaravati, Budhana, Pune, Nagpur dll yang angka positifnya lebih dari rata-rata positif negara bagian. Pemerintah Maharashtra tidak mengizinkan pasien positif di distrik tersebut menjalani isolasi rumah untuk perawatan Covid-19. Pasien positif harus dirawat di rumah sakit atau pusat perawatan Covid.
Di Maharashtra total terdapat 3.14.338 pasien positif aktif dimana 36 persen pasien (1.14.592) menjalani perawatan di RS, 63 persen (2.59.668) merupakan pasien tanpa gejala, 17.39 persen (54.680) merupakan pasien serius dan 6.19 persen (19.465) pasien berada di ICU. Tiga persen pasien menggunakan oksigen sementara 2,23 persen (7023) pasien menggunakan ventilator di seluruh negara bagian.
Persentase pasien positif tertinggi dilaporkan dari Pune – 45.655 (14,49%), Mumbai – 28.074 (8,11%). Thane, Satara dan Kolhapur masing-masing menyumbang 21,949 (7,94%), 19,958 (6,34%) dan 16,962 (5,38%) dan merupakan pasien positif aktif yang terdaftar di masing-masing distrik.
Menteri Kesehatan Maharashtra Rajesh Tope mengatakan situasinya membaik tetapi mereka tidak mampu untuk mencabut lockdown sepenuhnya.
“Kasus positif saat ini sama dengan yang dilaporkan pada puncak gelombang pertama Covid 19 pada bulan September. Kami telah memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama lebih dari 15 hari setelah 1 Juni. Namun, pembatasan juga akan dilonggarkan jika tingkat positif lebih rendah dari rata-rata negara bagian. Di Pune, lockdown akhir pekan telah berakhir. Sekarang semua toko akan tetap buka sepanjang hari dalam seminggu,” tambah Tope.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
Lima distrik di Maharashtra dinyatakan kritis karena tingkat positif Covid-19 yang tinggi. Tingkat positifnya berkisar antara 17 persen dan 21 persen dibandingkan rata-rata negara bagian sebesar 11,06 persen. Menurut data Departemen Kesehatan Maharashtra, kabupaten kritis dan siaga tinggi tersebut adalah Satara, Sindhudurg, Ratnagiri, Raigad dan Hingoli. Dalam sepekan terakhir, Satara melaporkan positivity rate sebesar 21,93 persen, sedangkan Sindhudurg melaporkan positivity rate sebesar 21,50 persen. Di Ratnagiri, tingkat kepositifan adalah 19,89 persen, sementara Raigad dan Hingoli melaporkan tingkat kepositifan masing-masing sebesar 18,69 persen dan 17,21 persen.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’ ) ; ); Rata-rata tingkat positif di Maharashtra awalnya 24,26 persen dari 28 April hingga 5 Mei, namun turun menjadi 22,57 persen pada minggu 5 Mei hingga 11 Mei. Pada 12 Mei hingga 18 Mei, positivity ratenya sebesar 16,08 persen. Dalam sepekan terakhir antara 19 Mei hingga 25 Mei, positivity rate negara tersebut sebesar 11,06 persen. Selain kabupaten siaga tinggi dan kritis tersebut, terdapat 18 kabupaten lain yang meliputi Amaravati, Budhana, Pune, Nagpur dll yang angka positifnya lebih dari rata-rata positif negara bagian. Pemerintah Maharashtra tidak mengizinkan pasien positif di distrik tersebut menjalani isolasi rumah untuk perawatan Covid-19. Pasien positif harus dirawat di rumah sakit atau pusat perawatan Covid. Di Maharashtra total terdapat 3.14.338 pasien positif aktif dimana 36 persen pasien (1.14.592) menjalani perawatan di RS, 63 persen (2.59.668) merupakan pasien tanpa gejala, 17.39 persen (54.680) merupakan pasien serius dan 6.19 persen (19.465) pasien berada di ICU. Tiga persen pasien menggunakan oksigen sementara 2,23 persen (7023) pasien menggunakan ventilator di seluruh negara bagian. Persentase pasien positif tertinggi dilaporkan dari Pune – 45.655 (14,49%), Mumbai – 28.074 (8,11%). Thane, Satara dan Kolhapur masing-masing menyumbang 21,949 (7,94%), 19,958 (6,34%) dan 16,962 (5,38%) dan merupakan pasien positif aktif yang terdaftar di masing-masing distrik. Menteri Kesehatan Maharashtra Rajesh Tope mengatakan situasinya membaik tetapi mereka tidak mampu untuk mencabut lockdown sepenuhnya. “Kasus positif saat ini sama dengan yang dilaporkan pada puncak gelombang pertama Covid 19 pada bulan September. Kami telah memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama lebih dari 15 hari setelah 1 Juni. Namun, pembatasan juga akan dilonggarkan jika tingkat positif lebih rendah dari rata-rata negara bagian. Di Pune, lockdown akhir pekan telah berakhir. Sekarang semua toko akan tetap buka sepanjang hari dalam seminggu,” tambah Tope. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp