Layanan Berita Ekspres
MUMBAI: Ketua Menteri Maharashtra Uddhav Thackeray pada hari Rabu membantah klaim Perdana Menteri Narendra Modi bahwa beberapa negara bagian belum mengurangi PPN (pajak pertambahan nilai) atas bensin dan solar meskipun ada pemotongan cukai oleh Pusat pada November lalu, dengan mengatakan bahwa Maharashtra adalah negara dengan kontribusi total tertinggi pajak langsung yaitu sebesar 38,3 persen. Negara memungut GST tertinggi sebesar 15 persen. Pemerintah negara bagian tidak dapat disalahkan atas kenaikan harga bahan bakar, katanya menanggapi pernyataan Modi.
Berbicara tentang situasi Covid-19 yang muncul di negara tersebut sebelumnya saat berinteraksi dengan para Ketua Menteri, Modi mengatakan bahwa beberapa negara bagian belum mengurangi PPN atas bensin dan solar meskipun pajak cukai terakhir kali diturunkan oleh Pusat. November dan melakukan “ketidakadilan” terhadap masyarakat dengan tidak memberikan manfaat dari perpindahan tersebut kepada mereka.
Menyangkal Modi, Thackeray mengatakan negara tidak bisa disalahkan. Dia menuduh bahwa perlakuan seperti ibu tiri diberikan kepada negara dari Pusat.
“Meskipun menjadi penyumbang pajak terbesar bagi Pusat, Maharashtra mendapatkan perlakuan seperti ibu tiri dari Pusat,” kata Thackeray, seraya menambahkan bahwa pemerintah Maharashtra telah menerima kompensasi GST sebesar Rs 26.500 crore lagi dari Pusat.
“Pada topan Tauktae baru-baru ini, beberapa wilayah Maharashtra mengalami kerusakan parah, namun pemerintah pusat tidak memberikan bantuan yang cukup. Namun pusat yang sama memberikan lebih banyak bantuan ke negara bagian tetangga kami, Gujarat, mengapa?” Dia bertanya.
Thackeray mengamati bahwa pemerintah negara bagian tidak boleh disalahkan atas kenaikan harga bahan bakar. Ia membagikan data pemungutan pajak masing-masing negara dan pusat.
BACA JUGA | Beberapa negara bagian belum mengurangi pajak daerah atas bensin dan solar meskipun ada pemotongan cukai dari Pusat: PM Narendra Modi
“Hari ini di Mumbai, Pusat mengenakan pajak sebesar Rs 24,38 untuk satu liter solar sedangkan pajak negara bagian adalah Rs 22,37. Demikian pula untuk bensin, Pusat mengumpulkan Rs 31,58 sedangkan negara bagian mengumpulkan Rs 32,55. Oleh karena itu, menyalahkan pemerintah negara bagian atas kenaikan harga bahan bakar adalah hal yang salah, ”katanya dalam sebuah pernyataan.
Uddhav Thackeray mengatakan bahwa dalam struktur federal tidak hanya negara bagian, Pusat juga harus memperlakukan negara bagian secara setara.
Maharashtra adalah negara bagian yang mempromosikan gas alam untuk mengurangi polusi. Pemerintah Maharashtra telah mengurangi pajak CNG dari 13,3 menjadi 3% sehingga banyak orang mampu membeli gas alam, tambah Thackeray.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
MUMBAI: Ketua Menteri Maharashtra Uddhav Thackeray pada hari Rabu membantah klaim Perdana Menteri Narendra Modi bahwa beberapa negara bagian belum mengurangi PPN (pajak pertambahan nilai) atas bensin dan solar meskipun ada pemotongan cukai oleh Pusat pada November lalu, dengan mengatakan bahwa Maharashtra adalah negara dengan kontribusi total tertinggi pajak langsung yaitu sebesar 38,3 persen. Negara memungut GST tertinggi sebesar 15 persen. Pemerintah negara bagian tidak dapat disalahkan atas kenaikan harga bahan bakar, katanya menanggapi pernyataan Modi. Berbicara tentang situasi Covid-19 yang muncul di negara tersebut sebelumnya saat berinteraksi dengan para Ketua Menteri, Modi mengatakan bahwa beberapa negara bagian belum mengurangi PPN atas bensin dan solar meskipun pajak cukai terakhir kali diturunkan oleh Pusat. November dan melakukan “ketidakadilan” terhadap masyarakat dengan tidak memberikan manfaat dari perpindahan tersebut kepada mereka. Menyangkal Modi, Thackeray mengatakan negara tidak bisa disalahkan. Dia menuduh bahwa perlakuan keibuan tiri diberikan kepada negara dari Centre.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Meskipun menjadi penyumbang pajak terbesar bagi Pusat, Maharashtra mendapatkan perlakuan seperti ibu tiri dari Pusat,” kata Thackeray, seraya menambahkan bahwa pemerintah Maharashtra telah menerima kompensasi GST sebesar Rs 26.500 crore lagi dari Pusat. “Pada topan Tauktae baru-baru ini, beberapa wilayah Maharashtra mengalami kerusakan parah, namun pemerintah pusat tidak memberikan bantuan yang cukup. Namun pusat yang sama memberikan lebih banyak bantuan ke negara bagian tetangga kami, Gujarat, mengapa?” Dia bertanya. Thackeray mengamati bahwa pemerintah negara bagian tidak boleh disalahkan atas kenaikan harga bahan bakar. Ia membagikan data pemungutan pajak masing-masing negara dan pusat. BACA JUGA | Beberapa negara bagian tidak mengurangi pajak daerah atas bahan bakar dan solar meskipun ada pemotongan cukai dari Pusat: PM Narendra Modi “Saat ini di Mumbai, Pusat memungut pajak sebesar Rs 24,38 untuk satu liter solar sedangkan pajak negara bagian adalah Rs 22,37. Demikian pula untuk bensin, Pusat mengumpulkan Rs 31,58 sedangkan negara bagian mengumpulkan Rs 32,55. Oleh karena itu, menyalahkan pemerintah negara bagian atas kenaikan harga bahan bakar adalah hal yang salah, ”katanya dalam sebuah pernyataan. Uddhav Thackeray mengatakan bahwa dalam struktur federal tidak hanya negara bagian, Pusat juga harus memperlakukan negara bagian secara setara. Maharashtra adalah negara bagian yang mempromosikan gas alam untuk mengurangi polusi. Pemerintah Maharashtra telah mengurangi pajak CNG dari 13,3 menjadi 3% sehingga banyak orang mampu membeli gas alam, tambah Thackeray. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp