Layanan Berita Ekspres
RANCHI: Dengan tujuan untuk memahami meningkatnya konflik manusia-hewan di Jharkhand, Tribal Research Institute (TRI) akan melakukan studi tentang pola perubahan koridor alami gading liar dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
Menurut pejabat TRI, penelitian ini dilakukan karena komunitas suku adalah pihak yang paling terkena dampak akibat konflik manusia-hewan yang telah memakan korban jiwa sebanyak 55 orang dalam satu tahun terakhir.
“Sebagai akibat dari industrialisasi, urbanisasi, dan kemajuan dalam kegiatan pertanian, jalur alami gajah telah terlampaui, menyebabkan mereka semakin mengubah jalur aslinya, yang berujung pada konflik manusia-hewan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mempelajari pola perubahan koridor alami gajah di Jharkhand sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan,” kata Direktur TRI Ranendra Kumar.
Koridor gajah merupakan koridor habitat alami yang linier dan sempit yang memungkinkan gajah berpindah antar habitat aman tanpa diganggu oleh manusia. Kawasan dari hutan Saranda di Singhbhum Barat hingga hutan Dalma di Singhbhum Timur dikenal sebagai zona gajah di Jharkhand.
Jharkhand telah menjadi hotspot bagi gajah di India Utara. Namun dalam satu dekade terakhir, maraknya penambangan liar dan tidak diatur serta pembangunan infrastruktur yang pesat telah menimbulkan tantangan baru terhadap pergerakan bebas gajah. Selain itu, proyek pertambangan batu bara juga berdampak besar pada koridor alami gajah karena menciptakan celah di kawasan hutan yang memaksa gading liar bergerak lebih jauh ke pemukiman manusia sehingga meningkatkan kemungkinan konflik manusia dan hewan.
Menurut direktur TRI, untuk mencegah meningkatnya konflik manusia-hewan, pemerintah negara bagian telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk menerapkan larangan jika ada kawanan gajah yang terlihat di suatu wilayah tertentu sehingga kerumunan yang tidak terkendali dapat dicegah untuk mendekati tas tersebut.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
RANCHI: Dengan tujuan untuk memahami meningkatnya konflik manusia-hewan di Jharkhand, Tribal Research Institute (TRI) akan melakukan studi tentang pola perubahan koridor alami gading liar dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Menurut pejabat TRI, penelitian ini dilakukan karena komunitas suku adalah pihak yang paling terkena dampak akibat konflik manusia-hewan yang telah memakan korban jiwa sebanyak 55 orang dalam satu tahun terakhir. “Sebagai akibat dari industrialisasi, urbanisasi, dan kemajuan dalam kegiatan pertanian, jalur alami gajah telah terlampaui, menyebabkan mereka semakin mengubah jalur aslinya, yang berujung pada konflik manusia-hewan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mempelajari pola perubahan koridor alami gajah di Jharkhand sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan,” kata Direktur TRI Ranendra Kumar. googletag.cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Koridor gajah merupakan koridor habitat alami yang linier dan sempit yang memungkinkan gajah berpindah antar habitat aman tanpa diganggu oleh manusia. Kawasan dari hutan Saranda di Singhbhum Barat hingga hutan Dalma di Singhbhum Timur dikenal sebagai zona gajah di Jharkhand. Jharkhand telah menjadi hotspot bagi gajah di India Utara. Namun dalam satu dekade terakhir, maraknya penambangan yang tidak diatur dan ilegal serta pembangunan infrastruktur yang pesat telah menimbulkan tantangan baru terhadap pergerakan bebas gajah. Selain itu, proyek pertambangan batu bara juga berdampak besar pada koridor alami gajah karena menciptakan celah di kawasan hutan yang memaksa gading liar bergerak lebih jauh ke pemukiman manusia sehingga meningkatkan kemungkinan konflik manusia dan hewan. Menurut direktur TRI, untuk mencegah meningkatnya konflik manusia-hewan, pemerintah negara bagian telah mengarahkan pemerintah daerah untuk menerapkan larangan jika ada kawanan gajah yang terlihat di suatu wilayah tertentu sehingga kerumunan yang tidak dapat diatur dapat dicegah untuk mendekati tas tersebut. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp