Layanan Berita Ekspres
LUCKNOW: Dalam sebuah insiden pelanggaran keamanan besar-besaran di Kanton Tentara Ayodhya yang sangat sensitif dan aman, 18 granat tangan aktif ditemukan di daerah Nirmali Kund dekat mess perwira militer pada Sabtu malam.
Daerah yang terletak di tepi Sungai Ghaghra ini memiliki populasi kecil warga sipil yang tinggal di sepanjang jalur sungai.
Karena terjadi kepanikan di daerah tersebut setelah penduduk setempat melihat granat tangan di semak-semak, personel intelijen militer bergegas ke tempat kejadian dan menjinakkan semua granat tersebut.
Insiden ini terjadi dua hari setelah tentara meningkatkan keamanan barak dengan menggeledah orang-orang yang melewati barak. Padahal, lokasi ditemukannya granat tangan hanya berjarak 2,5 km dari jarak tembak kanton.
Menurut Wakil Ketua Dewan Cantonment Ram Milan Nishad, seorang pemuda setempat yang tinggal di daerah Nirmali Kund pertama kali melihat granat tersebut dan memberi tahu pihak berwenang militer. “Bagaimana granat tangan dikeluarkan dari gudang senjata harus diselidiki secara menyeluruh,” katanya.
Seorang personel intelijen militer mengklaim bahwa granat yang tidak meledak selama latihan tersebut sering kali dilempar. “Namun kehadiran 18 granat aktif di satu tempat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, penyelidikan departemen sedang dilakukan terhadap masalah ini untuk memastikan berapa jumlah granat tersebut dan juga kepada siapa granat tersebut dialokasikan,” tambahnya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
LUCKNOW: Dalam sebuah insiden pelanggaran keamanan besar-besaran di Kanton Tentara Ayodhya yang sangat sensitif dan aman, 18 granat tangan aktif ditemukan di daerah Nirmali Kund dekat mess perwira militer pada Sabtu malam. Daerah yang terletak di tepi Sungai Ghaghra ini memiliki populasi kecil warga sipil yang tinggal di sepanjang jalur sungai. Karena terjadi kepanikan di area tersebut setelah warga melihat granat tangan berserakan di semak-semak, personel intelijen militer bergegas ke lokasi dan menyingkirkan semua granat.googletag.cmd.push(function() googletag .display(‘ div) meredakan.-gpt-ad-8052921-2’); ); Insiden ini terjadi dua hari setelah tentara meningkatkan keamanan barak dengan menggeledah orang-orang yang melewati barak. Padahal, lokasi ditemukannya granat tangan hanya berjarak 2,5 km dari jarak tembak kanton. Menurut Wakil Ketua Dewan Cantonment Ram Milan Nishad, seorang pemuda setempat yang tinggal di daerah Nirmali Kund pertama kali melihat granat tersebut dan memberi tahu pihak berwenang militer. “Bagaimana granat tangan diambil dari gudang senjata harus diselidiki secara menyeluruh,” katanya. Seorang personel intelijen militer mengklaim bahwa granat yang tidak meledak selama latihan tersebut sering kali dilempar. “Tetapi keberadaan 18 granat aktif di satu tempat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, penyelidikan departemen sedang dilakukan mengenai masalah ini untuk memastikan berapa jumlah granat tersebut dan juga kepada siapa granat tersebut dialokasikan,” tambahnya. Saluran Indian Express Baru di WhatsApp