Layanan Berita Ekspres
SRINAGAR: Lembah Kashmir yang indah menerima lebih dari 1,63 lakh pengunjung, termasuk orang asing, dalam dua bulan pertama tahun ini, menyemangati para pemangku kepentingan pariwisata yang mengharapkan musim yang baik tahun ini. Kunjungan wisatawan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang hanya 45.000 wisatawan berkunjung.
Pembukaan taman tulip terbesar di Asia di Srinagar, yang menandai datangnya musim semi, merupakan daya tarik tambahan. Destinasi lain seperti Pahalgam, Gulmarg dan Sonamarg juga menarik banyak wisatawan. Menurut statistik resmi, 1.62.664 wisatawan domestik dan 490 wisatawan asing mengunjungi Kashmir pada bulan Januari dan Februari.
Presiden Federasi Pemilik Hotel dan Restoran Kashmir Abdul Wahid mengatakan sejak ujian berakhir dan situasi Covid membaik, orang-orang dari seluruh penjuru negeri datang ke Kashmir. Wahid mengatakan hotel-hotel di seberang lembah mengalami tingkat okupansi 80-90 persen.
Manzoor Pakhtoon, ketua J&K Tourism Alliance dan wakil presiden Houseboat Association, mengatakan tanda-tanda tersebut cukup menggembirakan. “Kashmir adalah negara pertama di mana industri pariwisata mengikuti SOP Covid secara religius dan hal ini memberikan dampak positif. Selain itu, kampanye promosi oleh departemen pariwisata juga berperan,” katanya.
Namun, Manzoor mengatakan masih harus dilihat apakah pembukaan destinasi wisata internasional dan dimulainya kembali penerbangan internasional akan berdampak pada arus masuk wisatawan ke Lembah tersebut. Namun, minat pariwisata yang terbuka terhadap dibukanya destinasi wisata internasional bisa menjadi hal yang merusak. “Para pelaku bisnis perhotelan mengenakan tarif selangit. Pemerintah harus mengendalikan mereka dan menetapkan tarif,” katanya.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
SRINAGAR: Lembah Kashmir yang indah menerima lebih dari 1,63 lakh pengunjung, termasuk orang asing, dalam dua bulan pertama tahun ini, menyemangati para pemangku kepentingan pariwisata yang mengharapkan musim yang baik tahun ini. Kunjungan wisatawan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang hanya 45.000 wisatawan berkunjung. Pembukaan taman tulip terbesar di Asia di Srinagar, yang menandai datangnya musim semi, merupakan daya tarik tambahan. Destinasi lain seperti Pahalgam, Gulmarg dan Sonamarg juga menarik banyak wisatawan. Menurut statistik resmi, 1.62.664 wisatawan domestik dan 490 wisatawan asing mengunjungi Kashmir pada bulan Januari dan Februari. Presiden Federasi Pemilik Hotel dan Restoran Kashmir Abdul Wahid mengatakan sejak ujian berakhir dan situasi Covid membaik, orang-orang dari seluruh penjuru negeri datang ke Kashmir. Wahid mengatakan hotel-hotel di seberang lembah mengalami tingkat okupansi 80-90 persen.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Manzoor Pakhtoon, ketua J&K Tourism Alliance, dan wakil presiden Houseboat Association, mengatakan tanda-tanda tersebut cukup menggembirakan. “Kashmir adalah negara pertama di mana industri pariwisata mengikuti SOP Covid dengan taat dan ini memberikan dampak positif. Selain itu, kampanye promosi yang dilakukan oleh dinas pariwisata juga berperan,” ujarnya. Namun, Manzoor mengatakan masih harus dilihat apakah pembukaan destinasi wisata internasional dan dimulainya kembali penerbangan internasional akan berdampak pada arus masuk wisatawan ke Lembah tersebut. Namun, minat pariwisata yang mengatakan bahwa destinasi wisata internasional mulai dibuka mungkin hanya sekedar merusak. “Para pelaku bisnis perhotelan mengenakan tarif selangit. Pemerintah harus mengendalikan mereka dan menetapkan tarif,” katanya. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp