Layanan Berita Ekspres
PATNA: Dalam upaya khusus pasca-lockdown, lebih dari 32 lakh anak telah terdaftar di sekolah negeri di Bihar. Dijuluki sebagai ‘Praveshotsav’, upaya ini diluncurkan oleh departemen pendidikan di seluruh negara bagian dari tanggal 8 hingga 24 Maret untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke ruang kelas. Program ini memanfaatkan jasa guru sekolah, Aanganwadi sevikas dan Jeevika-Didis.
Menurut Menteri Pendidikan Vijay K Chaudhary, pemerintah negara bagian bertekad untuk tidak membiarkan satu anak pun putus sekolah dan Praveshotsav telah memberikan hasil yang baik dengan dukungan yang baik dari masyarakat. Menurut direktur pendidikan dasar, Dr Ranjit K Singh, sebanyak 32.08.503 anak telah dikembalikan ke kelas 1 hingga 9 di 38 distrik.
“Anak-anak tersebut terdaftar di hampir 69.558 sekolah dasar, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah atas yang dikelola oleh pemerintah di negara bagian tersebut,” kata Dr Singh. Ia menambahkan, para orang tua didorong untuk menyekolahkan anak didiknya melalui berbagai metode komunikasi antara lain pertemuan desa dan drama. Departemen ini juga mendaftarkan 5.535 anak dengan kemampuan berbeda.
Jumlah anak terbanyak yakni 13.55.465 anak yang bersekolah di kelas 1, sedangkan 5.77.885 anak bersekolah di kelas 6. Ia mengatakan, jumlah tertinggi yaitu 772 anak difabel terdaftar di Kabupaten Nalanda. sebanyak 316 di Champaran Barat, 289 di Sitamarhi, 276 di Samastipur dan 251 di Nawada. Demikian pula, kata Dr Singh, 1,94,877 anak terdaftar di Muzaffarpur, diikuti oleh 15,861 di Vaishali, 1,52,562 di Sitamarhi, 1,36,616 di Purnia, 1,32,209 di Madhubani, 1,28,681, 28,68,4 27,453 di Champaran Barat dan distrik lainnya.
Selain itu, departemen juga telah memutuskan untuk memulai ‘Kelas CatchUp’ selama 3 bulan mulai tanggal 8 April bagi para peserta pelatihan guna membantu mereka menutupi kursus yang mereka alami selama lockdown.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
PATNA: Dalam upaya khusus pasca-lockdown, lebih dari 32 lakh anak telah terdaftar di sekolah negeri di Bihar. Dijuluki sebagai ‘Praveshotsav’, upaya ini diluncurkan oleh departemen pendidikan di seluruh negara bagian dari tanggal 8 hingga 24 Maret untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke ruang kelas. Program ini memanfaatkan jasa guru sekolah, Aanganwadi sevikas dan Jeevika-Didis. Menurut Menteri Pendidikan Vijay K Chaudhary, pemerintah negara bagian bertekad untuk tidak membiarkan satu anak pun putus sekolah dan Praveshotsav telah memberikan hasil yang baik dengan dukungan yang baik dari masyarakat. Menurut direktur pendidikan dasar, Dr Ranjit K Singh, sebanyak 32.08.503 anak telah dikembalikan ke kelas 1 hingga 9 di 38 distrik. “Anak-anak tersebut terdaftar di hampir 69.558 sekolah dasar, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah atas yang dikelola oleh pemerintah di negara bagian tersebut,” kata Dr Singh. Ia menambahkan, para orang tua didorong untuk menyekolahkan anak didiknya melalui berbagai metode komunikasi antara lain pertemuan desa dan drama. Departemen ini juga mendaftarkan 5.535 anak dengan disabilitas.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Jumlah anak terbanyak yakni 13.55.465 anak yang bersekolah di kelas 1, sedangkan 5.77.885 anak bersekolah di kelas 6. Ia mengatakan, jumlah tertinggi yaitu 772 anak difabel terdaftar di Kabupaten Nalanda. sebanyak 316 di Champaran Barat, 289 di Sitamarhi, 276 di Samastipur dan 251 di Nawada. Demikian pula, kata Dr Singh, 1,94,877 anak terdaftar di Muzaffarpur, diikuti oleh 15,861 di Vaishali, 1,52,562 di Sitamarhi, 1,36,616 di Purnia, 1,32,209 di Madhubani, 1,28,681, 28,68,4 27,453 di Champaran Barat dan distrik lainnya. Selain itu, departemen juga telah memutuskan untuk memulai ‘Kelas Kejar-kejaran’ selama 3 bulan mulai tanggal 8 April bagi para peserta pelatihan guna membantu mereka menutupi kursus yang mereka alami selama lockdown. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp